Tampilkan postingan dengan label Tante-tante Bugil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tante-tante Bugil. Tampilkan semua postingan

Tante Susan Ngentot Memek Janda Muda Cantik

Suatu pagi, Tante Susan Mey menghampiri kamar ku……,
“Rio, kamu masih ada kuliah hari ini?”, tanya Tante Susan.
“Enggak tante…”
“Kalau begitu bisa anterin tante ke aerobik?”
“Oh, bisa tante…”
Tante Susan tampak seksi dengan pakaian aerobiknya, lekuk-lekuk tubuhnya terlihat dengan jelas. Kamipun meluncur menuju tempat aerobik dengan menggunakan mobil Kijang Putih milik Tante Susan. Di sepanjang jalan Tante Susan banyak mengeluh tentang Om Edwin yang semakin jarang di rumah.
“Om Edwin itu egois dan gila kerja, padahal gajinya sudah lebih dari cukup tapi terus saja menerima ditawari jadi pembicara dimana-mana…”
“Yach, sabar aja tante.. itu semua khan demi tante juga,” kataku mencoba menghibur.
“Ah..Rio, kalau orang sudah berumah tangga, kebutuhan itu bukan cuma materi, tapi juga yang lain. Dan itu yang sangat kurang tante dapatkan dari Om.”
Tiba-tiba tangan Tante Susan menyentuh paha kiriku dengan lembut, “Biarpun begini, tante juga seorang wanita yang butuh belaian seorang laki-laki… tante masih butuh itu dan sayangnya Om kurang peduli.”
Aku menoleh sejenak dan kulihat Tante Susan menatapku dengan tersenyum. Tante Susan terus mengelus-elus pahaku di sepanjang perjalanan. Aku tidak berani bereaksi apa-apa kecuali, takut membuat Tante Susan tersinggung atau disangka kurang ajar.
Keluar dari kelas aerobik sekitar jam 4 sore, Tante Susan tampak segar dan bersemangat. Tubuhnya yang lembab karena keringat membuatnya tampak lebih seksi.

“Rio, waktu latihan tadi tadi punggung tante agak terkilir… kamu bisa tolong pijitin tante khan?” katanya sambil menutup pintu mobil.
“Iya… sedikit-sedikit bisa tante,” kataku sambil mengangguk.
Aku mulai merasa Tante Susan menginginkan yang lebih jauh dari sekadar teman ngobrol dan curhat. Terus terang ini suatu pengalaman baru bagiku dan aku tidak tahu bagaimana harus menyikapinya. Sepanjang jalan pulang kami tidak banyak bicara, kami sibuk dengan pikiran dan khayalan masing-masing tentang apa yang mungkin terjadi nanti.
Setelah sampai di rumah, Tante Susan langsung mengajakku ke kamarnya. Dikuncinya pintu kamar dan kemudian Tante Susan langsung mandi. Entah sengaja atau tidak, pintu kamar mandinya dibiarkan sedikit terbuka. Jelas Tante Susan sudah memberiku lampu kuning untuk melakukan apapun yang diinginkan seorang laki-laki pada wanita. Tetapi aku masih tidak tahu harus berbuat apa, aku hanya terduduk diam di kursi meja rias.
“Rio sayang… tolong ambilkan handuk dong…” nada suara Tante Susan mulai manja.
Lalu kuambil handuk dari gantungan dan tanganku kusodorkan melalui pintu sambil berusaha untuk tidak melihat Tante Susan secara langsung. Sebenarnya ini tindakan bodoh, toh Tante Susan sendiri sudah memberi tanda lalu kenapa aku masih malu-malu? Aku betul-betul salah tingkah. Tidak berapa lama kemudian Tante Susan keluar dari kamar mandi dengan tubuh dililit handuk dari dada sampai paha. Baru kali ini aku melihat Tante Susan dalam keadaan seperti ini, aku mulai terangsang dan sedikit bengong. Tante Susan hanya tersenyum melihat tingkah lakuku yang serba kikuk melihat keadaannya.
“Nah, sekarang kamu pijitin tante ya… ini pakai body-lotion…” katanya sambil berbaring tengkurap di tempat tidur. Dibukanya lilitan handuknya sehingga hanya tertinggal BH dan CD-nya saja. Aku mulai menuangkan body-lotion ke punggung Tante Susan dan mulai memijit daerah punggungnya.
“Tante, bagian mana yang sakit…” tanyaku berlagak polos.
“Semuanya sayang… semuanya… dari atas sampai ke bawah. Bagian depan juga sakit lho…nanti Rio pijit ya…” kata Tante Susan sambil tersenyum nakal.
Aku terus memijit punggung Tante Susan, sementara itu aku merasakan kontolku mulai membesar. Aku berpikir sekarang saatnya menanggapi ajakan Tante Susan dengan aktif. Saat inilah aku berkesempatan menyetubuhi Tante Susan. Sudah ratusan referensi dari film-film BF yang pernah kutonton maka aku tahu apa yang harus kuperbuat… dan yang paling penting ikuti saja naluri…
“Tante sayang…, tali BH-nya boleh kubuka?” kataku sambil mengelus pundaknya. Tante Susan menatapku sambil tersenyum dan mengangguk. Aku tahu betul Tante Susan sama sekali tidak sakit ataupun cedera, acara pijat ini cuma sarana untuk mengajakku bercinta. Setelah tali BH-nya kubuka perlahan-lahan kuarahkan kedua tanganku ke-arah payudaranya. Dengan hati-hati kuremas-remas payudaranya… ahh lembut dan empuk. Tante Susan bereaksi, ia mulai terangsang dan pandangan matanya menatapku dengan sayu. Kualihkan tanganku ke bagian bawah, kuselipkan kedua tanganku ke dalam celana dalamnya sambil pelan-pelan kuremas kedua pantatnya selama beberapa saat. Tante Susan dengan pasrah membiarkan aku mengeksplorasi tubuhnya. Kini tanganku mulai berani menjelajahi juga bagian depannya sambil mengusap-usap daerah sekitar memeknya dengan lembut. Jantungku brdebar kencang, inilah pertamakalinya aku menyentuh memek Tante Susan… Perlahan tapi pasti kupelorotkan celana dalam Tante Susan.
Sekarang tubuh Tante Susan tertelungkup di tempat tidur tanpa selembar benangpun… sungguh suatu pemandangan yang indah. Aku kagum sekaligus terangsang. Ingin rasanya segera menancapkan batang kemaluanku ke dalam memek memeknya. Aku memejamkan mata dan mencoba bernafas perlahan untuk mengontrol emosiku.
Seranganku berlanjut, kuselipkan tanganku diantara kedua pahanya dan kurasakan rambut kemaluannya yang cukup lebat. Jari tengahku mulai menjelajahi celah sempit dan basah yang ada di sana. Hangat sekali raanya. Kurasakan nafas Tante Susan mulai berat, tampaknya dia makin terangsang oleh perbuatanku.
“Mmhh… Rio… kamu nakal ya…” katanya.
“Tapi tante suka khan…?”
“Mmhh.. terusin Rio… terusin… tante suka sekali.”
Jariku terus bergerilya di belahan memeknya yang terasa lembut seperti sutra, dan akhirnya ujung jariku mulai menyentuh daging yang berbentuk bulat seperti kacang tapi kenyal seperti moci Cianjur. Itu klitoris Tante Susan. Dengan gerakan memutar yang lembut kupermainkan klitorisnya dengan jariku dan diapun mulai menggelinjang keenakan. Kurasakan tubuhnya sedikit bergetar tidak teratur. Sementara itu aku juga sudah semakin terangsang, dengan agak terburu-buru pakaiankupun kubuka satu-persatu hingga tidak ada selembar benangpun menutup tubuhku, sama seperti Tante Susan.
Kukecup leher Tante Susan dan dengan perlahan kubalikkan tubuhnya. Sesaat kupandangi keindahan tubuhnya yang seksi. Payudaranya cukup berisi dan tampak kencang dengan putingnya yang berwarna kecoklatan memberi pesona keindahan tersendiri. Tubuhnya putih mulus dan nyaris tanpa lemak, sungguh-sungguh Tante Susan pandai merawat tubuhnya. Diantara kedua pahanya tampak bulu-bulu kemaluan yang agak basah, entah karena baru mandi atau karena cairan lain. Sementara itu belahan memeknya samar-samar tampak di balik bulu-bulu tersebut. Aku tidak habis pikir bagaimana mungkin suaminya bisa sering meninggalkannya dan mengabaikan keindahan seperti ini.
“Tante seksi sekali…” kataku terus terang memujinya. Kelihatan wajahnya langsung memerah.
“Ah.. bisa aja kamu merayu tante… kamu juga seksi lho Rio… lihat tuh burungmu sudah siap tempur… ayo jangan bengong gitu… terusin pijat seluruh badan tante….,” kata Tante Susan sambil tersenyum memperhatikan kontolku yang sudah mengeras dan mendongak ke atas.
Aku mulai menjilati payudara Tante Susan sementara itu tangan kananku perlahan-lahan mempermainkan memek dan klitorisnya. Kujilati kedua bukit payudaranya dan sesekali kuhisap serta kuemut putingnya dengan lembut sambil kupermainkan dengan lidahku. Tante Susan tampak sangat menikmati permainan ini sementara tangannya meraba dan mempermainkan kontolku.
Aku ingin sekali menjilati memek Tante Susan seperti dalam adegan film BF yag pernah kutonton. Perlahan-lahan aku mengubah posisiku, sekarang aku berlutut di atas tempat tidur diantara kedua kaki Tante Susan. Dengan perlahan kubuka pahanya dan kulihat belahan memeknya tampak merah dan basah. Dengan kedua ibu jariku kubuka bibir memeknya dan terlihatlah liang memek Tante Susan yang sudah menanti untuk dipuaskan, sementara itu klitorisnya tampak menyembul indah di bagian atas memeknya. Tanpa menunggu komando aku langsung mengarahkan mulutku ke arah memek Tante Susan. Kujilati bibir memeknya dan kemudian kumasukkan lidahku ke liang memeknya yang terasa lembut dan basah. “Mmhhh.. aahhh” desahan nikmat keluar dari mulut Tante Susan saat lidahku menjilati klitorisnya. Sesekali klitorisnya kuemut dengan kedua bibirku sambil kupermainkan dengan lidah. Aroma khas memek wanita dan kehangatannya membuatku makin bersemangat, sementara itu Tante Susan terus mendesah-desah keenakan. Sesekali jari tanganku ikut membantu masuk ke dalam memek memeknya.
“Aduuh.. Rioooo… enak sekali sayang… iya sayang… yang itu enak.. emmhh .. terus sayang… pelan-pelan sayang… iya… gitu sayang… terus.. aduuh.. aahh… mmhh..” katanya mencoba membimbingku sambil kedua tangannya terus menekan kepalaku ke selangkangannya. Tidak berapa lama kemudian pinggul Tante Susan mulai berkedut-kedut, gerakannya terasa makin bertenaga, lalu pinggulnya maju-mundur dan berputar-putar tak terkendali. Sementara itu kedua tangannya semakin keras mencengkeram rambutku.
“Rio.. Tante mau keluaar… aah.. uuh..aahh…oooh…. adduuh… sayaaang… Rioooo…. terus jilat itu Rio… teruus… aduuuh… aduuuh…tante keluaaar…” bersamaan dengan itu kepalaku dijepit oleh kedua pahanya sementara lidah dan bibirku terus terbenam menikmati kehangatan klitoris dan memeknya yang tiba-tiba dibanjiri oleh cairan orgasmenya. Beberapa saat tubuh Tante Susan meregang dalam kenikmatan dan akhirnya terkulai lemas sambil matanya terpejam. Tampak bibir memeknya yang merah merekah berdenyut-denyut dan basah penuh cairan.
“Rio.. enak banget…. sudah lama tante nggak ngerasain yang seperti ini…” katanya perlahan sambil membuka mata. Aku langsung merebahkan diri di samping Tante Susan, kubelai rambut Tante Susan lalu bibir kami beradu dalam percumbuan yang penuh nafsu. Kedua lidah kami saling melilit, perlahan-lahan tanganku meraba dan mempermainkan pentil dan payudaranya. Tidak berapa lama kemudian tampaknya Tante Susan sudah mulai naik lagi. Nafasnya mulai memburu dan tangannya meraba-raba kontolku dan meremas-remas kedua buah bola pingpongku.
“Rio sayang… sekarang gantian tante yang bikin kamu puas ya…” katanya sambil mengarahkan kepalanya ke arah selangkanganku. Tidak berapa lama kemudian Tante Susan mulai menjilati kontolku, mulai dari arah pangkal kemudian perlahan-lahan sampai ke ujung. Dipermainkannya kepala kontolku dengan lidahnya. Wow.. nikmat sekali rasanya… tanpa sadar aku mulai melenguh-lenguh keenakan. Kemudian seluruh kontolku dimasukkan ke dalam mulutnya. Tante Susan mengemut dan sekaligus mempermainkan batang kemaluanku dengan lidahnya. Kadang dihisapnya kontolku kuat-kuat sehingga tampak pipinya cekung. Kurasakan permainan oral Tante Susan sungguh luar biasa, sementara dia mengulum kontolku dengan penuh nafsu seluruh tubuhku mulai bergetar menahan nikmat. Aku merasakan kontolku mengeras dan membesar lebih dari biasanya, aku ingin mengeluarkan seluruh isinya ke dalam memek Tante Susan. Aku sangat ingin merasakan nikmatnya memek Tante Susan….
“Tante… Rio pengen ngentotin memek tante… ” kataku sambil mencoba melepaskan kontolku dari mulutnya. Tante Susan mengangguk setuju, lalu ia membiarkan kontolku keluar dari mulutnya. “Terserah Rio sayang… keluarin aja semua isinya ke dalam memek tante… tante juga udah pengen banget ngerasain punya kamu di dalam sini….”
Perlahan kurebahkan Tante Susan disebelahku, Tante Susan langsung membuka kedua pahanya mempersilahkan kontolku masuk. Samar-samar kulihat belahan memeknya yang merah. Dengan perlahan kubuka belahan memeknya dan tampaklah memek memek Tante Susan yang begitu indah dan menggugah birahi dan membuat jantungku berdetak keras. Aku takut kehilangan kontrol melihat pemandangan yang indah nan alami, aku berusaha keras mengatur nafasku supaya tidak terlarut dalam nafsu…. Perlahan-lahan kupermainkan klitorisnya dengan jempol sementara jari tengahku masuk ke memek memeknya. Tidak berapa lama kemudian Tante Susan mulai menggerak-gerakkan pinggulnya, “Rio sayang.. masukin punyamu sekarang, tante udah siap…”
Kuarahkan kontolku yang sudah mengeras ke memek memeknya, aku sudah begitu bernafsu ingin segera menghujamkan batang kontolku ke dalam memek Tante Susan yang hangat. Tapi mungkin karena memek tante susan terlalu sempit karena jarang di entotin aku agak kesulitan untuk memasukkan kontolku. Rupanya Tante Susan menyadari kesulitanku. Dia memandangku dengan tersenyum…..
“Tenang aja… nggak usah buru-buru… tante bantu…” katanya sambil memegang kontolku. Diarahkannya kepala kontolku ke dalam memek memeknya sambil tangan yang lain membuka bibir memeknya, lalu dengan sedikit dorongan ke depan…masuklah kepala kontolku ke dalam memeknya. Rasanya hangat dan basah…. sensasinya sungguh luar biasa.
Akhirnya perlahan tapi pasti kubenamkan seluruh kontolku ke dalam memek Tante Susan, aah.. nikmatnya. “Aaahh…Rioooo.. eemh…” Tante Susan berbisik perlahan, dia juga merasakan kenikmatan yang sama. Sekalipun sudah 38 tahun memek Tante Susan masih terasa sempit, dinding-dindingnya terasa kuat mencengkeram kontolku. Aku merasakan memeknya seperti meremas kontolku dengan gerakan yang berirama. Luar biasa nikmat rasanya…. Perlahan kugerakkan pinggulku turun naik, Tante Susan juga tidak mau kalah, pinggulnya bergerak turun naik mengimbangi gerakanku. Tangannya mencengkeram erat punggungku dan tanganku membelai rambutnya sambil meremas-remas payudaranya yang empuk. Sementara itu bibir kami berpagutan dengan liar….
Baru beberapa menit saja aku sudah mulai merasa seluruh tubuhku bergetar dijalari sensasi nikmat yang luar biasa…… kelihatannya tidak lama lagi aku akan mencapai puncak orgasme.
“Tante…Rio sudah hampir keluar…. aaah…uuh…” kataku berusaha keras menahan diri.
“Terusin aja Rio… kita barengan yaa…. tante juga udah mau keluar… aahh… Rio… tusuk yang kuat Rio… tusuk sampai ujung sayang… mmhh….”
Kata-kata Tante Susan membuatku makin bernafsu dan aku menghujamkan kontolku berkali-kali dengan kuat dan cepat ke dalam memeknya.
“Aduuh…Rio udah nggak tahan lagi…” aku benar-benar sudah tidak dapat mengendalikan diri lagi, pantatku bergerak turun naik makin cepat dan kontolku terasa membesar dan berdenyut-denyut bersiap mencapai puncak di dalam memek Tante Susan. Sementara itu Tante Susan juga hampir mencapai orgasmenya yang kedua.
“Ayoo Rio… tante juga mau…ahhhh…ahhh kamu ganas sekali……. aaaahhh…. Riooooo…. sekarang Rio…. keluarin sekarang Rio… tante udah nggak tahan…mmmhhh”. Tante Susan juga mulai kehilangan kontrol, kedua kakinya dijepitkan melingkari pinggulku dan tangannya mencengkeram keras punggungku.
Dan kemudian aku melancarkan sebuah tusukan akhir yang maha dahsyat…
“Tante…aaaa…aaaagh….Rio keluaaaar…..aagh..” aku mendesah sambil memuncratkan seluruh spermaku ke dalam liang kenikmatan Tante Susan. Bersamaan dengan itu Tante Susanpun mengalami puncak orgasmenya, “Rioooo…. aduuuh……tante jugaa….aaaah… I’m cumming honey… aaaahh…..aah….”
Kami berpelukan lama sekali sementara kontolku masih tertanam dengan kuat di dalam memek Tante Susan. Ini sungguh pengalaman pertamaku yang luar biasa…. aku betul-betul ingin meresapi sisa-sisa kenikmatan persetubuhan yang indah ini. Akhirnya aku mulai merasakan kelelahan yang luar biasa, seluruh persendianku terasa lepas dari tempatnya. Kulepaskan pelukanku dan perlahan-lahan kutarik kontolku yang mulai sedikit melemah karena kehabisan energi. Lalu aku terbaring lemas di sebelah Tante Susan yang juga tergolek lemas dengan mata masih terpejam dan bibir bawahnya sedikit digigit. Kulihat dari celah memeknya cairan spermaku meleleh melewati sela-sela pahanya. Rupanya cukup banyak juga spermaku muntah di dalam memek Tante Susan.
Tak lama kemudian Tante Susan membuka matanya dan tersenyum padaku, “Gimana sayang…enak?” katanya sambil menyeka sisa spermaku dengan handuk. Aku hanya mengangguk sambil mengecup bibirnya.
“Tante nggak nyangka kalau kamu ternyata pinter “making-love”. Soalnya waktu “fore-play” tadi nggak kelihatan, baru waktu mau masukin kontol tante tahu kalau kamu pengalaman. By the way, Tante senang sekali dientoti kamu. Tante betul-betul menikmati permainan ini. Kapan-kapan kalau ada kesempatan kita main lagi mau Rio…?”
Aku hanya diam tersenyum, betapa tololnya kalau aku jawab tidak. Tante Susan membaringkan kepalanya di dadaku, kami terdiam menikmati perasaan kami masing-masing selama beberapa saat. Tapi tidak sampai 5 menit, energiku mulai kembali. Tubuh wanita matang yang bugil dan tergolek dipelukanku membuat aku kembali terangsang, perlahan-lahan kontolku mulai membesar. Tangan kananku kembali meraba payudara Tante Susan dan membelainya perlahan. Dia memandangku dan tersenyum, tangannya meraih kontolku yang sudah kembali membesar sempurna dan digenggamnya erat-erat.
“Sudah siap lagi sayang…? Sekarang tante mau di atas ya…?” katanya sambil mengangkangi aku. Dibimbingnya kontolku ke arah memek memeknya yang masih basah oleh spermaku. Kali ini dengan lancar kontolku langsung meluncur masuk ke dalam memek Tante Susan yang sudah sangat basah dan licin. Kini Tante Susan duduk diatas badanku dengan kontolku terbenam dalam-dalam di memeknya. Tangannya mencengkeram lenganku dan kepalanya menengadah ke atas dengan mata terpejam menahan nikmat.
“Aahh…Rio… kontolmu sampai ke ujung… uuh…. mmhh… aahhh” katanya mendesah-desah. Gerakan Tante Susan perlahan tapi penuh energi, setiap dorongannya selalu dilakukan dengan penuh energi sehingga membuat kontolku terasa masuk begitu dalam di liang memeknya. Pantat Tante Susan terus bergerak naik turun dan berputar-putar, kadang-kadang diangkatnya cukup tinggi sehingga kontolku hampir terlepas lalu dibenamkan lagi dengan kuat. Sementara itu aku menikmati goyangan payudaranya yang terombang-ambing naik-turun mengikuti irama gerakan binal Tante Susan. Kuremas-remas payudaranya dan kupermainkan pentilnya sehingga membuat Tante Susan makin bergairah. Gerakan Tante Susan makin lama makin kuat dan dia betul-betul melupakan statusnya sebagai seorang istri pembicara yang terhormat. Saat itu dia menampilkan dirinya yang sesungguhnya dan apa adanya… seorang wanita yang sedang dalam puncak birahi dan haus akan kenikmatan. Akhirnya gerakan kami mulai makin liar dan tak terkontrol…
“Rio… tante sudah mau keluar lagi…. aaah… mmmhh.. uuuughhh…”
“Ayoo tante… Rio juga udah nggak tahan…”
Akhirnya dengan sebuah sentakan yang kuat Tante Susan menekan seluruh berat badannya ke bawah dan kontolku tertancap jauh ke dalam liang memeknya sambil memuncratkan seluruh muatan… Tangan Tante Susan mencengkeram keras dadaku, badannya melengkung kaku dan mulutnya terbuka dengan gigi yang terkatup rapat serta matanya terpejam menahan nikmat. Setelah beberapa saat akhirnya Tante Susan merebahkan tubuhnya di atasku, kami berdua terkulai lemas kelelahan. Malam itu untuk pertama kalinya aku tidur di dalam kamar Tante Susan karena dia tidak mengijinkan aku kembali ke kamar. Kami tidur berdekapan tanpa sehelai busanapun. Pagi harinya kami kembali melakukan persetubuhan dengan liar… Tante Susan seolah-olah ingin memuaskan seluruh kerinduannya akan kenikmatan yang jarang didapat dari suaminya.
Semenjak saat itu kami sering sekali melakukannya dalam berbagai kesempatan. Kadang di kamarku, kadang di kamar Tante Susan, atau sesekali kami ganti suasana dengan menyewa kamar hotel di daerah Lembang untuk kencan short-time. Kalau aku sedang “horny” dan ada kesempatan, aku mendatangi Tante Susan dan mengelus pantatnya atau mencium lehernya. Kalau OK Tante Susan pasti langsung menggandeng tanganku dan mengajakku masuk ke kamar. Sebaliknya kalau Tante Susan yang “horny”, dia tidak sungkan-sungkan datang ke kamarku dan langsung menciumi aku untuk mengajakku bercinta.
Semenjak merasakan nikmatnya kontolku, Tante Susan tidak lagi cemberut dan uring-uringan kalau Om Edwin pergi tugas mengajar ke luar kota. Malah kelihatannya Tante Susan justru mengharapkan Om Edwin sering-sering tugas di luar kota karena dengan demikian dia bisa bebas bersamaku. Dan akupun juga semakin betah tinggal di rumah Tante Susan.
Pernah suatu malam setelah Om Edwin berangkat keluar kota, Tante Susan masuk ke kamarku dengan mengenakan daster. Dipeluknya aku dari belakang dan tangannya langsung menggerayangi selangkanganku. Aku menyambut dengan mencumbu bibirnya dan membaringkannya di tempat tidur. Saat kuraba payudaranya ternyata Tante Susan sudah tidak memakai BH, dan ketika kuangkat dasternya ternyata dia juga tidak memakai celana dalam lagi. Bibir memeknya tampak merah dan bulu-bulunya basah oleh lendir. Samar-samar kulihat sisa-sisa lelehan sperma dengan baunya yang khas masih tampak disana, rupanya Tante Susan baru saja bertempur dengan suaminya dan Tante Susan belum merasa puas. Langsung saja kubuka celanaku dan kontol yang sudah mengeras langsung menyembul menantang minta dimasukkan ke dalam liang kenikmatan. Tante Susan menanggapi tantangan kontolku dengan mengangkangkan kakinya. Ia langsung membuka bibir memeknya dengan kedua tangannya sehingga tampaklah belahan memek memeknya yang merekah merah. “Masukin punyamu sekarang ke memek tante sayang…..” katanya dengan nafas yang berat dan mata sayu.
Karena aku rasa Tante Susan sudah sangat “horny”, tanpa banyak basa-basi dan “foreplay” lagi aku langsung menancapkan batang kontolku ke dalam memek Tante Susan dan kami bergumul dengan liar selama hampir 5 jam! Kami bersetubuh dengan berbagai macam gaya, aku diatas, Tante Susan diatas, doggy-style, gaya 69, kadang sambil berdiri dengan satu kaki di atas tempat tidur, lalu duduk berhadapan di pinggir ranjang, atau berganti posisi dengan Tante Susan membelakangi aku, sesekali kami melakukan di atas meja belajarku dengan kedua kaki Tante Susan diangkat dan dibuka lebar-lebar, dan masih banyak lagi. Aku tidak ingat apa masih ada gaya persetubuhan yang belum kami lakukan malam itu. Dinginnya hawa Dago Utara di waktu malam tidak lagi kami rasakan, yang ada hanya kehangatan yang menggetarkan dua insan dan membuat kami basah oleh keringat yang mengucur deras. Begitu liarnya persetubuhan kami sampai-sampai aku mengalami empat kali orgasme yang begitu menguras energi dan Tante Susan entah berapa kali. Yang jelas setelah selesai, Tante Susan hampir tidak bisa bangun dari tempat tidurku karena kakinya lemas dan gemetaran sementara memeknya begitu basah oleh lendir dan sangat merah. Seingatku itulah malam paling liar diantara malam-malam liar lain yang pernah kulalui bersama Tante Susan.
Petualanganku dengan Tante Susan berjalan cukup lama, 2 tahun, sampai akhirnya kami merasa Om Edwin mulai curiga dengan perselingkuhan kami. Sebagai jalan terbaik aku memutuskan untuk pindah kos sebelum keadaan menjadi buruk. Tetapi meskipun demikian, kami masih tetap saling bertemu paling sedikit sebulan sekali untuk melepas rindu dan nafsu. Hal ini berjalan terus sampai aku lulus kuliah dan kembali ke Jakarta. Bahkan sekarang kalau sedang mendapat tugas ke Bandung aku masih menyempatkan diri menemui Tante Susan yang nafsu dan gairahnya seolah tidak pernah berkurang oleh umurnya yang kini sudah mendekati kepala empat .


Abg Bugil Pamer Memek (16)
Artis Bugil (15)
Artis Tubuh Sexy (17)
Ayam Kampus Sexy (13)
Cerita Ngentot Memek Basah (11)
Cerita Tentang Sex (13)
Foto Memek Artis (6)
Gadis Bikin Nafsu (13)
Gadis Bugil Sexy (13)
Janda Bikin Nafsu (17)
Janda Bugil Tubuh Sexy (19)
Mahasiswa Seksi (13)
Model Sexy Indo (11)
Pamer Memek Berbulu (17)
Payudara Montok (13)
Tante Bispak Sexy (15)
Tante-tante Bugil (11)
Tubuh Sexy (12)

Mbak Dina, kakak iparku Memek Paha Mulus

Aku seorang lelaki berusia 35 tahun, sudah beristeri dan mempunyai 2 orang anak. Kehidupan rumah tanggaku tergolong normal normal saja termasuk dalam masalah kehidupan seks. Kata orang aku ini ganteng dan atletis, ditambah dengan kedudukanku di perusahaan yang cukup lumayan sebenarnya banyak sekali cewek yang naksir kepadaku, tapi aku ini type orang yang alim dan setia sehingga sampai saat ini tidak terlintas dibenaku untuk berselingkuh.
Sebagai laki laki normal tentu saja aku mempunyai ketertarikan terhadap lawan jenis terutama cewek yang cantik dan seksi, tapi sebatas hanya menyukai dan mengagumi kecantikan mereka, paling banter Cuma sebatas mengkhayal bisa bercumbu dengan mereka.
Salah satu cewek cakep yang paling aku sukai adalah kakak iparku sendiri yaitu kakak kandung isteriku. Orangnya cantik, putih mulus dengan tubuh yang sintal berisi sangat seksi sekali. Yang menambah rasa suka ku kepadanya karena sifatnya yang sangat terbuka suka bercanda, orangnya gesit sangat aktif dan mandiri. Secara fisik sebenarnya sangat mirip dengan isteriku, Cuma isteriku mempunyai sifat sebaliknya yaitu agak tertutup, pendiam dan sangat penurut.

Itulah yang kadang-kadang sering membuatku berkhayal bisa bercumbu dengan kakak iparku yang lincah dan energik. Aku suka mencuri curi pandang kalau pas ke rumahnya, maklum kalu dirumahnya dia suka pake baju daster rumahan, sering kalau lagi ngobrol bisa melihat pahanya atau teteknya kalau lagi nyuguhin air minum.
Sejauh ini aku Cuma bisa berkhayal, maklum aku dan kakak iparku sangat saling menghormati. O… ya kakak ipar umurnya sama denganku 35 tahun, sudah punya anak 2, suaminya sudah lama menderita diabetes berat, dan yang aku dengar dari isteriku suaminya tersebut sudah lama tidak bisa menjalankan kewajiban seksualnya. Dan hal itu menambah khayalku kalau kalau kakak iparku itu sudah sangat kesepian. Tapi karena orangnya sangat energik terlebih dia juga sibuk dengan pekerjaannya secara kasat mata dia tidak kelihatan sebagai wanita kesepian, malah kelihatannya hapy hapy saja.
Suatu saat keluarga besarku mendapat undangan pernikahan saudara sepupu isteri saya, kebetulan banyak anggota keluarga yang sedang berhalangan, sehingga diputuskan sebagai wakil keluarga yang berangkat adalah aku dan isteriku serta kakak iparku, anak anaku dijaga ibu mertuaku.
Tempat undangan lumayan jauh kira kira butuh waktu 24 jam perjalanan darat, sehingga kami berangkat 2 hari sebelum hari H biar cukup waktu apalagi aku biasanya gak kuat nyupir malam hari, biasanya kalau kemalaman biasa nginep dijalan.
Kami berangkat pagi pagi sekitar jam 8 bertiga naik mobilku, tak terasa perjalanan sudah melewati waktu magrib, dan seperti yang sudah direncanakan kami akan beristirahat di hotel di kota J. Karena sedang musim libur rata rata hotel disitu sedang penuh, setelah cari cari hotel yang lumayan bagus dan harga terjangkau akhirnya dapat juga kamar Cuma tinggal satu kamar saja. Daripada gak dapat kamar akhirnya kami putuskan untuk nginep satu kamar bertiga.
Kamarnya cukup besar dengan satu tempat tidur besar. Sebelum masuk hotel kami telah makan malam sehingga di hotel tinggal tidur beristirahat untuk persiapan melanjutkan setengah perjalanan lagi. Isteriku dan kakak ipar ku selesai mandi, wow… mereka pake daster tipis diatas lutut… tiba tiba kontolku ngaceng dan libidoku semakin memuncak apalagi seminggu lebih aku belum ******* karena isteriku baru selesai menstruasinya hari ini. Yang semakin bikin aku terangsang adalah kakak iparku, dengan wangi segar sabun mandi, paha mulus serta bayangan tubuhnya yang menerawang dari daster tipisnya sehingga bisa kelihatan bayangan celana dalamnya dan teteknya yang gak pake BH.
Untuk menyembunyikan kegelisahanku aku cepet cepet ke kamar mandi aku mandi sambil membayangkan tubuh kakak iparku.
Selesai mandi aku pake kaen sarung, sengaja gak pake pijama biar longgar dan lebih leluasa ngelus ngelus kontolku. Setelah ngobrol sebentar kami pergi tidur satu ranjang bertiga, kakak ipar disisi kiri, isteriku di tengah dan aku di sisi kanan. Kami berselimut bertiga pake bed cover yang sangat besat dan tebal, tiba tiba kakak iparku memadamkan lampu semuanya… sialannn… padahal aku berencana mau melihat tubuh kakaku ketika dia sedang tidur
Maksudnya mau cepet tidur biar bisa istirahat, tapi ternyata mataku sulit terpejam hasrat pingin ngentotku semakin menggebu apalagi obyek khayalanku tidur sekasur denganku meskipun terhalang oleh isteriku. Kutempelkan badanku ke badan isteriku kuelus pelan tetek nya dengan hati hati tanpa banyak gerak karena takut ketahuan kakak ipar, isteriku menepiskan tanganku sambil berbisik ”jangan macem macem gak sopan kalau kakak ku tahu”
Kujawab dengan bisikan yang sangat pelan ” pelase… aku kepingin sekali, ditempelin aja pelan pelan”.
Kupeluk hati hati, kuciumi wangi badanya sambil mebayangkan sedang menggerayangi kakak iparku. Kuangkat kain sarungku dan kusibakan kiri kanan lipatan depan celana dalam ku sehingga batang kontolku dapat keluar persis ditengahnya. Lalu kuangkat daster isteriku, kuraba raba pahanya kemudian kurenggangkan. Tiba tiba tanganku dicubit nya dengan keras seraya berbisik lagi ”Jangan kurang ajar !! .. apa mas gak menghargai mbak Dina”
Yah …. akhirnya aku bener bener gelisah menahan hasrat yang semakin memuncak, aku Cuma bisa ngelus ngelus kontolku entah sampai jam berapa, namun karena kecapean akhirnya aku ketiduran juga sampai akhirnya aku terbangun karena isteriku bergerak gerak, ooo… rupanya kebiasaan isteriku menjelang jam 5 pagi dia suka buang air besar, tapi sebelum ke wc dia biasanya nepuk nepuk dulu perutnya sampai terasa kebelet sekali baru ke wc.
Dan rupanya memang betul, gak lama kemudian isteriku mnyingsingkan selimut dan pergi ke wc, sebetulnya aku mau nerusin tidurku karena masih ngantuk, tapi tiba tiba deg….. jantungku berdesir dan kontolku berdiri tegak lagi, aku baru sadar kalau disebelahku terbaring kakak iparku obyek khayalanku selama ini. Dan seolah ide cemerlang itu mengalir begitu saja, aku tahu persis kalau isteriku beol tiap jam 5 pagi biasanya butuh waktu 1 jam lebih, entah ada kelainan psikologis apa betul betul ada kelainan pencernaan dia butuh waktu berlama lama di wc sampai merasa beolnya tuntas.
Memikirkan peluang dan kesempatan itu yang belum tentu akan terjadi lagi, entah kenapa keberanianku pun semakin besar. Yes…! aku harus mendapatkanya sekarang !!!!.
Namun demikian otaku masih berjalan waras, biar gak terjadi sesuatu yang fatal aku akan berpura pura kalau yang sedang ke wc itu adalah kakak iparku sedangkan yang masih tidur disebelahku adalah isteriku yes… !!!!.
Kubuka mataku lebar lebar tapi yang kulihat hanyalah siluet karena kamar cukup gelap, aku menggeliat mendekati tubuhnya, kupeluk badannya ser….. alangkah halus kulit tangannya, ku elus elus teteknya dengan lembut, kuciumi pipinya sambil kujilat cuping telinganya, sementara tanganku satunya menggerayangi bagian bawah… oooo rupanya dasternya telah terangkat keatas sehinga tangan ku langsung menyentuh gundukan daging memeknya.. tiba tiba kurasakan badanya mengejang pasti dia bangun dan kaget, tangannya menepiskan tanganku, kurasakan wajahnya menoleh kewajahku, sebelum teriak kupeluk erat badanya seraya ku berbisik ke telinganya ” ssstttt…. mah mumpung mbak Dina lagi ke wc, yok kita main sepukul dua pukul”.
”pleaseee … kita kan uah seminggu lebih gak ngentot” lanjutku lagi…
Entah bagaimana mimik wajahnya saat itu gak bisa kulihat karena gelap, tapi dia gak berteriak meskipun pahanya mengepit lebih rapat dan tanganya masih memegang tanganku.
Kulepaskan tanganku lalu kuselusupkan kedalam celana dalamnya kurasakan jembutnya dan tanganku terus menjalar sampai kusentuh belahan memeknya, ku gosok gosok pakai jari tengahku.. ku putar putar itilnya… dia diam saja meskipun pahanya masih agak kejang…tanganku satu lagi kuselusupkan kedalam daster atasnya ku elus elus teteknya… sambil kupilin pilin putingnya… hhhmmmm sungguh sangat sensasional… tak kusangka sangka ternyata khayalanku menjadi kenyataan meskipun dalam kegelapan dan berpura pura dengan isteriku….
Kuusap usap terus belahan memek dan itilnya, kurasakan semakin banyak cairan yang membasahi memeknya….ohhh shhhh, pahanya semakin lemas dan rilek…..dan kudengar dia mendesah tertahan….
Karena sudah gak tahan dan takut isteriku keburu selesai, maka segera kulaksanakan hasratku, sarung kulepas sementara seperti tadi batang kontolku kukeluarkan lewat lipatan depan celana dalam riderku, pas keluar ditengah tanpa harus melepas celana dalamnya.
Kurenggankan pahanya lalu kuturnkan celana dalamnya sedikit sehingga dengan mudah kusibakan samping celana dalamnya.
Aku berlutut diantara kedua kakinya kuarahkan kontolku melalui pinggir celana dalamnya dan kutempelkan pas dibibir memeknya, kuusapkan kan kontolku sambil mencari celah lubangnya, setelah sedikit menyeruak kutekan pelan ….ooooohhhh shhh… nikmatnya sentuhan ujung kontolku dengan lapisan labia mayoranya….
Kutekan pelan, sambil kugoyang goyang kan…. shhhh baru masuk kepalanya …..kutekan agak keras…. sleps…… kudengar dia meringis pelan, mungkin agak sakit karena kontolku gede sekali sementara memeknya sudah lama tidak pernah dientotin…
Kutekan sambil ku goyang pelan pelan…. oohhh sleps…. sleps…. lama lama akhirnya kontolku amblas juga semuanya……..
Ku dengar istriku di wc mengguyurkan air … masih ada waktu seperempat jam lagi, biasanya isteriku dua atau tiga kali cebok sambil mengguyurkan air, sampai dia betul betul selesai…
Kupercepat kocokanku takut isteriku keburu keluar, sleps… sleps… plok..plok suara paha beradu…… semakin lama semakin licin memeknya dan semakin lancar kocokanku…. tiba tiba kudengar gyuran air isteriku kedua kali nya semakin kupercepat kocokanku… oooo nikmat yang luar biasa….. sensasi yang sangat menakjubkan….. rasa nikmat berpacu dengan rasa deg degan karena takut isteriku keburu keluar… semakin kupercepat kocokan ku … sleps… sleps….semakin geli kurasakan kontolku dan mbak Dina juga semakin tegang pahanya mengepit ketat pinggulku…. semakin kupercepat kocokan ku dann…. ohhhh……. crooott…. ccrrrooottt air maniku menyembur banyak sekali demikian juga kedua paha mbak dina semakin keras mengepit pinggulku dan kedua tangannya mencengkram bahuku…sayup sayup kudengar dia mendengus tertahan……
Kurebahkan tubuhku diatas tubuhnya … sambil kuciumi pipinya….. kontolku masih menancap sambil merasakan nikmatnya kedutan kedutan bagian dalam memeknya…..
Kuberbisik ke telinganya ” Mah…. enak sekali baru kurasakan nikmat seperti ini”
”Kok Rasanya beda ya… apa karena terburu buru takut ketahuan mbakDina ya” lanjutku lagi ber pura pura
”kok diam saja mah……” bisku lagi
Terdengar lagi guyuran air ketiga kalinya, berarti kali ini isteriku telah benar benar selasai.. cepat cepat kucabut kontolku dan bergeser ke samping. Tak lama kemudian isteriku keluar kamar mandi dan langsung nyalakan lampu seraya dia berkata setengah berteriak ” ayoo… pada bangun sudah siang Nih….. mandi…. mandi”
Kucoba lihat wajah mbak dina tapi gak kelihatan karena karena dia mehhadap kearah sana sementara wajahnya ditutup tangannya.
Terus aku pura pura kaget ” lho Mama to.. pagi pagi sudah … mandi !!!!!!”
”Biasa … beol” katanya santai. ”Mau sekalian mandi tapi handuknya ketinggalan”, katanya lagi
Setelah mendapat handuk isteriku masuk lagi ke kamar mandi. Dengan pura pura kaget dan penuh penyesalan kuhampiri mbak dina ku elus pundaknya ”Mbak maafkan aku…. suerrr… aku kira yang kekamar mandi tadi mabak Dina” ujarku…
Tiba tiba dia berbalik dan Plakk!!!! Dua kali tamparan hinggap di pipiku. Kulihat dia nagis terisak.. ”mbak plesae maafin aku, aku sungguh gak nyangka kalau yang tadi itu mbak” pura pura ku lagi…..
Karena situasinya gak memungkinkanm aku gak ngomong apa apa lagi , takut jadi rame malah ketahuan isteriku…..Rupanya Mbak dina pun berpikiran sama dia segera merapaihkan badan dan wajahnya terus siap siap dengan handuknya…
Begitu isteriku selesai mandi, mbak dina langsung ke kamar mandi. Itulah pandainya Mbak Dina sehingga hari itu berjalan seperti tidak ada apa apa, sepanjang perjalanan dia bersikap seperti biasanya. Kecuali pas kita berdua sikapnya jadi lain dan kulihat masih ada raut marah di wajahnya.
Setelah kembali kerumah, ketika ada kesempatan berdua aku ngomong lagi ke dia dan minta maaf kalau itu gak sengaja, terus kutanya kenapa mbak dina gak bilang waktu itu…
”gak enak, takut kamu malu” katanya ”lagian mbak pikir isterimu ke wc gak akan lama, jadi gak akan keterusan” lanjutnya.
Tapi aku gak tanya lagi kenapa dia juga jadi pasrah dan orgasme, itu kusimpulkan sendiri karena Mbak dina sudah lama gak dientotin suaminya, secara naluriah dia juga sudah kepeingin dan terangsang.Sekali lagi yang ini gak ku tanyakan takut dia malu dan tersinggung.
Cuma aku jadi menyimpan harapan, sebenarnya mbak dina kalau sudah terangsang mau juga dientotin tapi kapan kesempatannya, apalagi setelah peristiwa itu dia jadi agak menghindari berduaan denganku.


Abg Bugil Pamer Memek (16)
Artis Bugil (15)
Artis Tubuh Sexy (17)
Ayam Kampus Sexy (13)
Cerita Ngentot Memek Basah (11)
Cerita Tentang Sex (13)
Foto Memek Artis (6)
Gadis Bikin Nafsu (13)
Gadis Bugil Sexy (13)
Janda Bikin Nafsu (17)
Janda Bugil Tubuh Sexy (19)
Mahasiswa Seksi (13)
Model Sexy Indo (11)
Pamer Memek Berbulu (17)
Payudara Montok (13)
Tante Bispak Sexy (15)
Tante-tante Bugil (10)
Tubuh Sexy (12)

Ibu mertua ku janda alim, yg suka masturbasi


gw Bram (nama samaran) pria yg sudah beristri, umur gw 35 th sedang istri 28 th…
langsung aja gan …
gw berumah tangga dan mempunyai rumah sendiri, letak rumah ibu mertua gw gak jauh dari rumah gw, sekitar 3 km an kurang lebih … tiap hari sabtu gw dan istri selalu bersilahturahmi dengan ibu mertua gw, secara ibu mertua tinggal sendiri dan sudah menjanda 2 th an. perlu agan tau setiap hari sabtu gw dan istri selalu menginap di rumah ibu, tidak ada hal yg istimewa setiap minggu nya pada saat itu, begitu juga dengan minggu minggu sebelumnya. semua berlalu dan berjalan normal-normal saja.
gw bekerja di salah satu leasing motor terkenal di kota gw, saat itu hari panas nya luar biasa, akhirnya gw memutuskan untuk mampir ke rumah ibu yg letaknya tak jauh dari klien gw, niat gw saat itu cuma ingin istirahat plus minum air dingin gan .. tibalah gw dirumah ibu mertua, saat itu keadaan rumah dengan pintu yang tertutup, benar saja ternyata pintu tersebut tidak dikunci sama ibu mertua gw, langsung kedapur buka kulkas dan minum gan, karena kondisi rumah sepi suara siulan senyap pun gw rasa saat itu pasti terdengar gan, saat itu gw denger suara cik cik cik cik .. gw denger lama banget cik cik cik begitu dan begitu, sumber suara tersebut tidak jauh dari dapur dan ternyata di kamar belakang gan, gw memutuskan untuk melihat sumber suara tst, seperti berada dirumah sendiri gw langsung buka pintu tsb yg tidak terkuci …. kaget gw bukan main melihat ibu mertua dengan keadaan telanjang sedang bermasturbasi menggunakan tangan nya sendiri, gw kaget luar biasa saat itu gan, begitu juga ibu mertua gw spontan teriak karena kaget jg, gw langsung lari keluar kamar dan duduk di depan rumah gan … dag dig dug perasaan gw saat itu, gw gak percaya melihat ibu mertua sedang melakukan masturbasi padahal selama ini gw ngecap dia sebagai wanita yg alim gan, ibadahnya rajin …. serba salah akhirnya gw, tp gw memutuskan untuk kembali ke dalam rumah, tak lama ibu mertua gw pun melintas di depan gw seolah tak ada orang disitu ibu mertua cuekin gw gitu aja, mungkin dia malu karena kepergok sm gw, pikiran gw saat itu mesum banget, entah setan apa yg ngeracuni pikiran gw, yg ada dipikiran gw saat itu cuma pengen ngewe ibu mertua, lama gw tunggu ibu mertua gak kunjung keluar dari kamar gan, hampir sejam gw tunggu tp tetep gak keluar kamar juga, akhirnya gw memberanikan diri mengetuk pintu kamar ibu mertua …

tok tok tok (gw mengetuk pintu)
gw : bu.. bu..
beberapa kali gw ketuk pintu gak ada sautan juga … akhirnya gw buka pintunya, ternyata ibu mertua sedang nangis tersedu-sedu …
gw : bu, ibu tidak apa2 kan ? ibu sakit (alesan gw membuka pembicaraan gan)
ibu : bram … (saut ibu) km jangan bilang siapa2 ya perihal ibu tadi, ibu malu sekali bram (sesekali sambil menangis)
ibu khilaf bram … maafin ibu …
gw : (saat itu pikiran & niat gw emang mesum gan, gw pikir ini fantasi gw yang jadi kenyataan gan, sesekali liat badan ibu mertua yg tinggi besar, chubby dan montok,
gambaran ibu mertua gw, umur 45 th an kulit putih, badan bersih, rambut tebal dan cantik persis kyk istri gw)
tidak apa2 bu, ibu jangan khawatir, sy tidak akan memceritakan perihal tadi kpd siapapun jg …
ibu : (tak bisa mengucapkan kata2, gw pikir karena malu, nangis tersedu-sedu)
gw : (terus melihat badan ibu mertua dari atas ke bawah begitu seterusnya, gw pun memberanikan diri memeluk ibu mertua gw gan, serontak ibu mertua kaget dan melihat
gw dengan rasa ketakutan, tp bagusnya ibu mertua gak melepaskan pelukan gw gan, pikiran gw makin mesum saat itu)
bu, sudah lah jangan ditangisi itu, bram tidak akan bercerita kok bu ….
sampai akhirnya perbicaraan gw dengan ibu mertua berlangsung lama dan melelehkan suasana menjadi santai … padahal gw udah sange bgt saat itu, tp takut ditambah dag dig dug tak karuan, antara berani dan takut salah jalan .. akhirnya gw memutuskan kembali kedapur untuk mengambil air minum alesan gw kpd ibu mertua, saat itu gw merancang strategi yg bagus pada saat itu, akhirnya gw memutuskan sms kepada ibu mertua gw karena gw takut banget klo ngomong langsung gan .. kurang lebih isi sms nya kyk gini : “bu, klo boleh bram kepengen liat ibu kyk tadi dikamar belakang”, terkirimlah pesan pendek tsb, tak lama balesan nyapun datang gan (yesss perasaan gw saat itu), “maksud km apa bram, ibu tak mengerti” bales pesan dari ibu mertua, gw bales lagi “jujur bu, pas yadi lihat ibu dikamar dengan keadaan tanpa busana, bram jadi kepengen bu, hehe”, balesan ibu mertua “km kepengen apa bram, ibu makin tidak mengerti”, gw pikir pura2 bego doang itu ibu mertua, gw bales sms tsb to the poin gw gan .. “bram kepengen jilat memek ibu”, dag dig dug tunggu balesan dari ibu tak kunjung datang … saat itu gw masih di dapur gan, takut luar biasa karena isi sms mesum gw tadi, 15 menit gw tunggu tp balesan tak kunjung datang, gw pun memberanikan diri kembali menghampiri ibu mertua yg berada di kamar tsb. gw hanya memandang ibu dan ibu pun memandang gw dengan ekspresi wajah yg malu2 dan genit, gw pun duduk disamping ibu …
gw : bu, kok sms dari bram gak dibales, kenapa bu ??
ibu : (tersenyum) kamu kok berani sama ibu mertua mu bilang spt itu (tp dengan suara yg manja dan genit)
gw : boleh gak bu ? bram pengen bgt bu (pembicaraan mesum gw mulai ditanggapi ibu saat itu)
ibu : jijik bram, masa itu ibu dijilat sih ? km mau memangnya ?
gw : mau banget bu .. boleh ya buuuu … (saut gw sambil merayu)
ibu : terserah klo memang km mau bram (perasaan gw yesssss akhirnya gw bakal ngewe sm ibu mertua gw)
pelan pelan gw merebahkan badan ibu mertua yg sedang duduk, gw buka daster ibu mertua, lalu gw buka selangkangan ibu gan … nafsu gw memuncak disaat lihat memek ibu mertua dengan jelas dan dekat, bulu bulu yg lebat dan terlihat basah, tak ambil lama gw pun langsung ambil posisi oral seks kepada ibu mertua, pelan pelan gw jilatin memek ibu mertua, becek bgt memeknya, bau memek nya tercium saat itu, sampe 5 menit gw jilatin memek ibu mertua …
ibu : bram cepet masukan aja, ibu sudah tak kuat … (sahut ibu)
gw langsung buka daster ibu mertua sampe bugil, begitu jg baju dan celana gw, sleb …. kontol gw masuk kedalam memek ibu mertua gw, enaknya luar biasa, badan ibu mertua yg chubby memang enak buat dipakenya gan … persetubuhan ku berlangsung 15 menit sampai akhirnya sperma ku dikeluarkan di dalam memek ibu mertua …
ibu : aduh bram kenapa dikeluarin di dalem ibu sudah tak pakai KB lagi bram …
gw : besok ibu pakai KB aja ya, biar bram bisa beginian lagi sm ibu (canda gw)
ibu : bram … jaga rahasia kt ya, klo kt sudah melakukan perbuatan spt ini …
gw : iya bu … (sesekali mengecup kening ibu mertua)
gw pun pulang dengan rasa amat seneng gan saat itu, gw berasa punya istri 2, yg satu anaknya yg satu ibunya, gila banget pengalaman gw hari itu, hampir setiap hari gw mampir dan ngewe sama ibu mertua, ternyata ibu mertua gw memang hyper sex, sampe2 bool nya pun pengen di ewe sm gw, permainan seks nya melebihi dari anak nya, betah yg gw rasain sampe2 tiap hari gw mampir kerumah ibu mertua … yg bikin gw nafsu ibu mertua mempunyai bentuk memek yang tebal dan chubby gan, bulunya banyak dan becek, bau memek nya apalagi bikin gw rela ceraiin istri gw …. setiap hari gw jilatin memek ibu mertua gan, ngewe dan ngewe setiap hari …. sampai saat ini pun ….

Celebrity Sex Scandal Maggie Wu Leaked Nude Sex Foto Dengan Justin Lee


















































































Pamer Payudara Cantik Yang Montok dan Mulus Bikin Pengen Remas dan Emut

Pamer Payudara Cantik Yang Montok dan Mulus Bikin Pengen Remas dan Emut







Tubuh Cantik Payudara Gede Yang Bikin Tegang
Memek basah | memek artis | foto memek, Memek basah artis korea - bagi anda pecinta artis korea selatan, nama oh in-hye tentu saja bukan, Cerita Sex | Ngentot Memek | Foto Bugil | Perawan Desa ... Kita santai dulu di sini, daripada basah-basahan sama air hujan mending kita basah-basahan