Tampilkan postingan dengan label Cerita Tentang Sex. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Tentang Sex. Tampilkan semua postingan

Cerita Nikmatnya Sex dengan Tante Chintya

Cerita tante girang emang gak ada habisnya, selalu saya menarik untuk di ikuti, dalam perjalanan blog ini, sudah banyak cerita-cerita tante girang yang kami berikan, dan semua cerita itu mendapatkan banyak aplous dari pembaca, untuk itu , atas rasa terima kasih kami, kami berikan lagi cerita dari seorang tante girang bernama Chintya.

Panggil saja namaku Aldi. Usiaku saat ini 27 tahun. Dikampungku ada seorang janda berusia 46 tahun, namanya panggil aja Tente Chintya. Meski usianya sudah kepala empat dan sudah punya 3 orang anak yang sudah besar-besar, namun tubuhnya masih tetap tampak bagus dan terawat.

Tante Chintya mempunyai wajah yang cantik dengan rambut sebahu. Kulitnya putih bersih. Selain itu yang membuatku selama ini terpesona adalah payudara tante Chintya yang luar biasa montok. Perkiraanku payudaranya berukuran 36C. Ditambah lagi pinggul aduhai yang dimiliki oleh janda cantik itu. Bodi tante Chintya yang indah itulah yang membuatku tak dapat menahan birahiku dan selalu berangan-angan bisa menikmati tubuhnya yang padat berisi. Setiap melakukan onani, wajah dan tubuh tetanggaku itu selalu menjadi inspirasiku.

Pagi itu jam sudah menunjukan angka tujuh. Aku sudah bersiap untuk berangkat ke kampus. Motor aku jalankan pelan keluar dari gerbang rumah. Dikejauhan aku melihat sosok seorang wanita yang berjalan sendirian. Mataku secara reflek terus mengikuti wanita itu. Maklum aja, aku terpesona melihat tubuh wanita itu yang menurutku aduhai, meskipun dari belakang. Pinggul dan pantatnya sungguh membuat jantungku berdesir. Saat itu aku hanya menduga-duga kalau wanita itu adalah tante Chintya. Bersamaan dengan itu, celanaku mulai agak sesak karena kon**lku mulai tidak bisa diajak kompromi alias ngaceng berat.
Perlahan-lahan motor aku arahkan agak mendekat agar yakin bahwa wanita itu adalah tante Chintya.

“Eh tante Chintya. Mau kemana tante?” sapaku.

Tante Chintya agak kaget mendengar suaraku. Tapi beliau kemudian tersenyum manis dan membalas sapaanku.

“Ehm.. Kamu Ron. Tante mau ke kantor. Kamu mau ke kampus?” tante Chintya balik bertanya.
“Iya nih tante. Masuk jam delapan. Kalau gitu gimana kalau tante saya anter dulu ke kantor? Kebetulan saya bawa helm satu lagi,” kataku sambil menawarkan jasa dan berharap tante Chintya tidak menolak ajakanku.
“Nggak usah deh, nanti kamu terlambat sampai kampus lho”

Suara tante Chintya yang empuk dan lembut sesaat membuat penisku semakin menegang.

“Nggak apa-apa kok tante. Lagian kampus saya kan sebenarnya dekat,” kataku sambil mataku selalu mencuri pandang ke seluruh tubuhnya yang pagi itu mengenakkan bletzer dan celana panjang. Meski tertutup oleh pakaian yang rapi, tapi aku tetap bisa melihat kemontokan payudaranya yang lekukannya tampak jelas.
“Benar nih Aldi mau nganterin tante ke kantor? Kalau gitu bolehlah tante bonceng kamu,” kata tante Chintya sambil melangkahkan kakinya diboncengan.

Aku sempat agak terkejut karena cara membonceng tante yang seperti itu. Tapi bagaimanapun aku tetap diuntungkan karena punggungku bisa sesekali merasakan empuknya payudara tante yang memang sangat aku kagumi. Apalagi ketika melewati gundukan yang ada di jalan, rasanya buah dada tante semakin tambah menempel di punggungku. Pagi itu tante Chintya aku anter sampai ke kantornya. Dan aku segera menuju ke kampus dengan perasaan senang.

Waktu itu hari sabtu. Kebetulan kuliahku libur. Tiba-tiba telepon di sebelah tempat tidurku berdering. Segera saja aku angkat. Dari seberang terdengar suara lembut seorang wanita.

“Bisa bicara dengan Aldi?”
“Iya saya sendiri?” jawabku masih dengan tanda tanya karena merasa asing dengan suara ditelepon.
“Selamat pagi Aldi. Ini tante Chintya!,” aku benar-benar kaget bercampur aduk.
“Se.. Selamat.. Pa.. Gi tante. Wah tumben nelpon saya. Ada yang bisa saya bantu tante?” kataku agak gugup.
“Pagi ini kamu ada acara nggak Ron? Kalau nggak ada acara datang ke rumah tante ya. Bisa kan?” Pinta tante Chintyay dari ujung telepon.
“Eh.. Dengan senang hati tante. Nanti sehabis mandi saya langsung ke tempat tante,” jawabku. Kemudian sambil secara reflek tangan kiriku memegang kon**lku yang mulai membesar karena membayangkan tante Chintya.
“Baiklah kalau begitu. Aku tunggu ya. Met pagi Aldi.. Sampai nanti!” suara lembut tante Chintya yang bagiku sangat menggairahkan itu akhirnya hilang diujung tepelon sana.

Pagi itu aku benar-benar senang mendengar permintaan tante Chintya untuk datang ke rumahnya. Dan pikiranku nglantur kemana-mana. Sementara tanganku masih saja mengelus-elus penisku yang makin lama, makin membesar sambil membayangkan jika yang memegang kon**lku itu adalah tante Chintya. Karena hasratku sudah menggebu, maka segera saja aku lampiaskan birahiku itu dengan onani menggunakan boneka didol montok yang aku beli beberapa bulan yang lalu.

Aku bayangkan aku sedang bersetubuh dengan tante Chintya yang sudah telanjang bulat sehingga payudaranya yang montok menunggu untuk dikenyut dan diremas. Mulut dan tanganku segera menyapu seluruh tubuh boneka itu.

“Tante.. Tubuhmu indah sekali. Payudaramu montok sekali tante. Aaah.. Ehs.. Ah,” mulutku mulai merancau membayangkan nikmatnya ML dengan tante Chintya.

Karena sudah tidak tahan lagi, segera saja batang penisku, kumasukkan ke dalam vagina didol itu. Aku mulai melakukan gerakan naik turun sambil mendekap erat dan menciumi bibir boneka yang aku umpamakan sebagai tante Chintya itu dengan penuh nafsu.

“Ehm.. Ehs.. Nikmat sekali sayang..” kon**lku semakin aku kayuh dengan cepat.
“Tante.. Nikmat sekali memekmu. Aaah.. Punyaku mau keluar sayang..” mulutku meracau ngomong sendiri.

Akhirnya tak lama kemudian penisku menyemburkan cairan putih kental ke dalam lubang vagina boneka itu. Lemas sudah tubuhku. Setelah beristirahat sejenak, aku kemudian segera menuju ke kamar mandi untuk membersihkan kon**l dan tubuhku.

Jarum jam sudah menunjuk ke angka 8 lebih 30 menit. Aku sudah selesai mandi dan berdandan.

“Nah, sekarang saatnya berangkat ke tempat tante Chintya. Aku sudah nggak tahan pingin lihat kemolekan tubuhmu dari dekat sayang,” gumamku dalam hati.

Kulangkahkan kakiku menuju rumah tante Chintya yang hanya berjarak 100 meter aja dari rumahku. Sampai di rumah janda montok itu, segera saja aku ketuk pintunya.

“Ya, sebentar,” sahut suara seorang wanita dari dalam yang tak lain adalah tante Chintya.

Setelah pintu dibuka, mataku benar-benar dimanja oleh tampilan sosok tante Chintya yang aduhai dan berdiri persis di hadapanku. Pagi itu tante mengenakan celana street hitam dipadu dengan atasan kaos ketat berwarna merah dengan belahan lehernya yang agak ke bawah. Sehingga nampak jelas belahan yang membatasi kedua payudaranya yang memang montok luar biasa. Tante Chintya kemudian mengajakku masuk ke dalam rumahnya dan menutup serta mengunci pintu kamar tamu. Aku sempat dibuat heran dengan apa yang dilakukan janda itu.

“Ada apa sih tante, kok pintunya harus ditutup dan dikunci segala?” tanyaku penasaran.

Senyuman indah dari bibir sensual tante Chintya mengembang sesaat mendengar pertanyaanku.

“Oh, biar aman aja. Kan aku mau ajak kamu ke kamar tengah biar lebih rilek ngobrolnya sambil nonton TV,” jawab tante Chintya seraya menggandeng tanganku mengajak ke ruangan tengah.

Sebenarnya sudah sejak di depan pintu tadi penisku tegang karena terangsang oleh penampilan tante Chintya. Malahan kali ini tangan halusnya menggenggam tanganku, sehingga kon**lku nggak bisa diajak kompromi karena semakin besar aja. Di ruang tengah terhampar karpet biru dan ada dua bantal besar diatasnya. Sementara diatas meja sudah disediakan minuman es sirup berwarna merah. Kami kemudian duduk berdampingan.

“Ayo Ron diminum dulu sirupnya,” kata tante padaku.

Aku kemudian mengambil gelas dan meminumnya.

“Ron. Kamu tahu nggak kenapa aku minta kamu datang ke sini?” tanya tante Chintya sambil tangan kanan beliau memegang pahaku hingga membuatku terkejut dan agak gugup.
“Ehm.. Eng.. Nggak tante,” jawabku.
“Tante sebenarnya butuh teman ngobrol. Maklumlah anak-anak tante sudah jarang sekali pulang karena kerja mereka di luar kota dan harus sering menetap disana. Jadinya ya.. Kamu tahu sendiri kan, tante kesepian. Kira-kira kamu mau nggak jadi teman ngobrol tante? Nggak harus setiap hari kok..!,” kata tente Chintya seperti mengiba.

Dalam hati aku senang karena kesempatan untuk bertemu dan berdekatan dengan tante akan terbuka luas. Angan-angan untuk menikmati pemandangan indah dari tubuh janda itu pun tentu akan menjadi kenyataan.

“Kalau sekiranya saya dibutuhkan, ya boleh-boleh aja tante. Justru saya senang bisa ngobrol sama tante. Biar saja juga ada teman. Bahkan setiap hari juga nggak apa kok”

Tante tersenyum mendengar jawabanku. Akhirnya kami berdua mulai ngobrol tentang apa saja sambil menikmati acara di TV. Enjoi sekali. Apalagi bau wangi yang menguar dari tubuh tante membuat angan-anganku semakin melayang jauh.

“Ron, udara hari ini panas ya? Tante kepanasan nih. Kamu kepanasan nggak?” tanya tante Chintya yang kali ini sedikit manja.
“Ehm.. Iya tante. Panas banget. Padahal kipas anginnya sudah dihidupin,” jawabku sambil sesekali mataku melirik buah dada tante yang agak menyembul, seakan ingin meloncat dari kaos yang menutupinya.

Mata Tante Chintya terus menatapku hingga membuatku sedikit grogi, meski sebenarnya birahiku sedang menanjak. Tanpa kuduga, tangan tante memegang kancing bajuku.

“Kalau panas dilepas aja ya Ron, biar cepet adem,” kata tante Chintya sembari membuka satu-persatu kancing bajuku, dan melepaskannya hingga aku telanjang dada..

Aku saat itu benar-benar kaget dengan apa yang dilakukan tante padaku. Dan aku pun hanya bisa diam terbengong-bengong. Aku tambah terheran-heran lagi dengan sikap tente Chintya pagi itu yang memintaku untuk membantu melepaskan kaos ketatnya.

“Ron, tolongin tante dong. Lepasin kaos tante. Habis panas sih..,” pinta tante Chintya dengan suara yang manja tapi terkesan menggairahkan.

Dengan sedikit gemetaran karena tak menyangka akan pengalaman nyataku ini, aku lepas kaos ketat berwarna merah itu dari tubuh tante Chintya. Dan apa yang berikutnya aku lihat sungguh membuat darahku berdesir dan penisku semakin tegang membesar serta jantung berdetak kencang. Payudara tante Chintya yang besar tampak nyata di depan mataku, tanpa terbungkus kutang. Dua gunung indah milik janda itu tampak kencang dan padat sekali.

“Kenapa Ron. Kok tiba-tiba diam?” tanya tante Chintya padaku.
“E.. Em.. Nggak apa-apa kok tante,” jawabku spontan sambil menundukkan kepala.
“Ala.. enggak usah pura-pura. Aku tahu kok apa yang sedang kamu pikirkan selama ini. Tante sering memperhatikan kamu. Aldi sebenarnya sudah lama pingin ini tante kan?” kata tante sambil meraih kedua tanganku dan meletakkan telapak tanganku di kedua buah dadanya yang montok.
“Ehm.. Tante.. Sa.. Ya.. Ee..,” aku seperti tak mampu menyelesaikan kata-kataku karena gugup. Apalagi tubuh tante Chintya semakin merapat ke tubuhku.
“Ron.. Remas susuku ini sayang. Ehm.. Lakukan sesukamu. Nggak usah takut-takut sayang. Aku sudah lama ingin menimati kehangatan dari seorang laki-laki,” rajuk tante Chintya sembari menuntun tanganku meremas payudara montoknya.

Sementara kegugupanku sudah mulai dapat dikuasai. Aku semakin memberanikan diri untuk menikmati kesempatan langka yang selama ini hanya ada dalam angan-anganku saja. Dengan nafsu yang membara, susu tante Chintya aku remas-remas. Sementara bibirku dan bibirnya saling berpagutan mesra penuh gairah. Entah kapan celanaku dan celana tante lepas, yang pasti saat itu tubuh kami berdua sudah polos tanpa selembar kainpun menempel di tubuh. Permaianan kami semakin panas. Setelah puas memagut bibir tante, mulutku seperti sudah nggak sabar untuk menikmati payudara montoknya

“Uuhh.. Aah..” Tante Chintya mendesah-desah tatkala lidahku menjilat-jilat ujung puting susunya yang berbentuk dadu.

Aku permainkan puting susu yang munjung dan menggiurkan itu dengan bebasnya. Sekali-kali putingnya aku gigit hingga membuat Tante Chintya menggelinjang merasakan kenikmatan. Sementara tangan kananku mulai menggerayangi ‘vagina’ yang sudah mulai basah. Aku usap-usap bibir vagina tante dengan lembut hingga desahan-desahan menggairahkan semakin keras dari bibirnya.

“Ron.. Nik.. Maat.. Sekali sa.. Yaang.. Uuuhh.. Puasilah tante sayang.. Tubuhku adalah milikmu,” suara itu keluar dari bibir janda montok itu.

Aku menghiraukan ucapan tante karena sedang asyik menikmati tubuh moleknya. Perlahan setelah puas bermain-main dengan payudaranya mulutku mulai kubawa ke bawah menuju vagina tante Chintya yang bersih terawat tanpa bulu. Dengan leluasa lidahku mulai menyapu vagina yang sudah basah oleh cairan.

Aku sudah tudak sabar lagi. Batang penisku yang sudah sedari tadi tegak berdiri ingin sekali merasakan jepitan vagina janda cantik nan montok itu. Akhirnya, perlahan kumasukkan batang penisku ke celah-celah vagina. Sementara tangan tante membantu menuntun tongkatku masuk ke jalannya. Kutekan perlahan dan..

“Aaah..” suara itu keluar dari mulut tante Chintya setelah penisku berhasil masuk ke dalam liang senggamanya.

Kupompa penisku dengan gerakan naik turun. Desahan dan erangan yang menggairahkanpun meluncur dari mulut tante yang sudah semakin panas birahinya.

“Aach.. Ach.. Aah.. Terus sayang.. Lebih dalam.. Lagi.. Aah.. Nik.. Mat..,” tante Chintya mulai menikmati permainan itu.

Aku terus mengayuh penisku sambil mulutku melumat habis kedua buah dadanya yang montok. Mungkin sudah 20 menitan kami bergumul. Aku merasa sudah hampir tidak tahan lagi. Batang kemaluanku sudah nyaris menyemprotkan cairan sperma.

“Tante.. Punyaku sudah mau keluar..”
“Tahan seb.. Bentar sayang.. Aku jug.. A.. Mau sampai.. Aaach..” akhirnya tante Chintya tidak tahan lagi.

Kamipun mengeluarkan cairan kenikmatan secara hampir bersamaan. Banyak sekali air mani yang aku semprotkan ke dalam liang senggama tante, hingga kemudian kami kecapekan dan berbaring di atas karpet biru.

“Terima kasih Aldi. Tante puas dengan permainan ini. Kamu benar-benar jantan. Kamu nggak nyeselkan tidur dengan tante?” tanya beliau padaku.

Aku tersenyum sambil mencium kening janda itu dengan penuh sayang.

“Aku sangat senang tante. Tidak kusangka tante memberikan kenikmatan ini padaku. Karena sudah lama sekali aku berangan-angan bisa menikmati tubuh tante yang montok ini”

Tante Chintya tersenyum senang mendengar jawabanku.

“Aldi sayang. Mulai saat ini kamu boleh tidur dengan tante kapan saja, karena tubuh tante sekarang adalah milikmu. Tapi kamu juga janji lho. Kalau tante kepingin.. Aldi temani tante ya.,” kata tante Chintya kemudian.

Aku tersenyum dan mengangguk tanda setuju. Dan kami pun mulai saling merangsang dan bercinta untuk yang kedua kalinya. Hari itu adalah hari yang tidak pernah bisa aku lupakan. Karena angan-anganku untuk bisa bercinta dengan tante Chintya dapat terwujud menjadi kenyataan. Sampai saat ini aku dan tante Chintya masih selalu melakukan aktivitas sex dengan berbagai variasi. Dan kami sangat bahagia.

Read more : http://infostres.blogspot.com/2011/08/cerita-nikmatnya-sex-dengan-tante.html#ixzz2zQ7YeubX

Foto Hot Susu Tante Janda Kembang Cantik Dan Seksi

Wanita jilbab itu mengenakan baju warna hijau ketat dengan kerudung hijau juga. tapi betapa mengagumkan lekuk tubuh itu. di bagian dadanya yang membusung aku melihat pesona alamiah yang luar biasa. Payudara itu berapa ukurannya? Aku hanya tahu usiana yang sudah menginjak usia 40 tahun.

Mbak Inge, seorang perempuan menarik. Usia segitu dia masih rajin merawat tubuhnya dengan bersenam di kantornya. Hari itu dia mengajakku ke tempat temannya di wilayah Jakarta Barat. KEbetulan temannya tidak ada di rumah, tapi kami dipersilakan menunggu saja di dalam rumah. Pembantunya sibuk di dapur. Karena memang kami sudah dalam libido yang tinggi, kami segera action di ruang tamu yang privacinya terjaga di lantai atas. Penutup kepala mbak Inge sudah kulepas. Lehernya yang jenjang sudah kujilati dengan lembut. Nafas wangi mbak inge mendengus ke wajahku. Betapa lembutnya, seksi dan memancing gairahku. Kupandangi dadanya yang tertutup rapat. Ini saatnya aku menyingkap bagian indah itu.
Mbak Inge memandangiku dengan penuh kasih.Diusapnya lembut rambutku sambil tersenyum manis. Ketika kuletakkan tanganku di bagian dadanya, ia seperti memberi isyarat setuju. Segera kutekan lembut bagian dadanya. Mbak Inge menggeliat. Tapi ia segera mengerti dengan melepas baju kerudungnya cepat2. Sepasang payudara itu terpampang di hadapanku. Tampak bh warna biru berenda membalutnya dengan kewalahan.
"Mbak, besar banget payudaranya,"pujiku spontan.
Mbak Inge tersenyum simpul. "Suka gak?"
"Hmm...pasti dong. By the way berapa sizenya mbak?"
Dia tak menjawab, selain memutar tubuhnya. Kulepas tali bh itu dan kutatap labelnya. 36C!

Tanpa basa-basi kuciumi bh berukuran besar itu. Tingkahku itu membuat mbak Inge geli.
"Nakal,"katanya sambil mencubit pipiku.
Aku meremas-remas payudara besar itu dengan lembut. Kunikmati secara perlahan kekenyalannya. Wanita dewasa itu memang indah. Payudara itu sudah lama kuincar sejak dulu, sejak pertama kali, kulihat bh nya ada di dalam kamar mandi di rumahnya. Saat itu betapa aku mengagumi ukurannya yang besar.

Putingnya kukecup lembut. Ujung lidahku menjilatinya dengan lembut, halus dan sedramatisir mungkin. Akibatnya mbak Inge mendesah lembut. Puting itu begitu indah dengan bentuk yang sedang dan berwarna coklat muda. Setiap bibirku menyentuhnya, getaran aneh menyergap tubuhku. Libido melambung tinggi.
Jemari janda beranak 2 itu mencengkram kepalaku. Mendadak dibenamkannya kepalaku lebih jauh ke belahan payudaranya. Dengan senang kunikmati gumpalan daging besar itu dengan cara-caraku. Adakalanya puting2 itu kuhisap seperti menghisap isinya. Tehnik ini membuat dia merintih terus2-an.
"Mbak enak banget teteknya..."pujiku.
"Terusin dong...mbak suka dikerjain sama kamu."
Tangan mbak Inge memerah sebelah payudaranya yang kiri dan mengusungkannya ke wajahku. Ia mengarahkan putingnya ke mulutku yang dengan rakus melahapnya. Mbak Inge menggelinjang geli, apalagi tanganku sudah menyerang ke bagian selangkangannya. Perlakukan itu membuatnya semakin agresif. Ia membalas dengan meraba2 selangkanganku.
"Penis kamu dah keras banget sayang..."katanya.
Aku tersenyum. Kubiarkan ia melepas celana panjangku dan memamerkan penis yang keras di bungkus cd warna putih. Sambil melumat bibir tangannya mengusap-usap batang penisku. Sesekali ia mencengkramnya.
"Besar gak punya kamu?"
"Lihat aja sendiri mbak."

Mbak Inge melepas cd itu. Ia menjerit kecil girang demi melihat batang penisku yang keras mengacung-acung. Digenggamnya dengan gemas. Pada bagian kepalanya diusap-usap dengan jemarinya yang lentik. Diremas-remasnya dengan penuh gairah. Aku melumat bagian buah dada sebelah kiri, tanganku terus meraba-raba vaginanya. Kami saling beraksi. Tapi, mbak Inge lebih dari yang kuduga, ia melepas semua cd dan bh nya. kemudian ia melirik ke arah penisku yang tegak keras itu. Aku dibuatnya takjub. Dikulumnya kepala penisku dengan lembut, seperti melumat permukaan es krim rasa coklat.

Foto bugil janda montok Super Sexy

WOw, perempuan yang kutemui di sukabumi, seorang wanita jilbab dengan tubuh padat berisi. Mataku bisa memastikan itu. Dari wajahnya yang keibuan, usianya kuperkirakan sekitar 40 tahun. Dan tidak salah.

"Udah tua mas,"katanya memperkenalkan diri. "Udah 41 tahun"
Wanita itu bernama Elli. Seorang istri dari seorang pria tukang ojek. Beruntung bener si suami dapat istri semolek ini.
Singkat cerita, dia mau ikut ke jakarta, kerja sebagai tukang pijat. Aku bilang mau bantu dia cari kerjaan itu.
Sesampai di rumah kontrakan, Teh Elli istirahat di ruang tamu.
Kami ngobrol soal pekerjaan. Dia belum berpengalaman, tapi nanti bisa belajar.
Teh Elli, asli sunda, sukabumi. Kupinta dia belajar dengan memijit aku dulu.
Di kamar tidur, ia melepas tutup kepalanya. Rambutnya yang panjang hitam, menambah daya tarik alaminya. Wajahnya sepintas lalu mirip Nicky AStria.

"Kenapa dilepas Teh?"tanyaku.
"Gpp, Teteh kadang-kadang aja pake jilbab kok."
Aku lepas kemejaku. Berbaring terlentang di ranjang. Teteh memijit bagian lenganku.
"hmmm enak teh..."
Teteh terus memijit. Sementara mataku nakal melirik arah dadanya yang tertutup rapat jubah panjangnya.
"Teh, turun ke bawah ke bagian paha."
"Dilepas dulu atuh celananya."
Mendengar tawaran itu aku langsung girang.
Teh Elli membantu lepas jinsku.
Dia melirik ke arah cdku yang menggelembung. CD bewarna coklatitu terlalu ketat dan mini membungkus penisku. Kulihat sorot mata Teh Elli terkejut tadi.
"Kenapa Teh?"
Dia cuma senyum.
Lalu tangannya yang mungil dan lembutitu mulai memjit bagian paha sebelah kiri. Sambil sesekali kami ngobrol, kulihat penisku semakin menggelembung. Sentuhan lembut Teteh merangsang libidoku.
"Teteh sering pijit suami dong?"
"Kadang-kadang. Suamiku gak gitu suka."
Kusentuh tangan teteh dan kuremas lembut.
"Nanti kalo udah kerja, sementara tinggal di sini gpp. Biar hemat duitnya daripada ngontrak."
Teh Elli mengangguk setuju.
Teh Elli memindahkantangannya ke paha bagian dalam. Aku menggeliat geli. Soalnya dia sempat menyentuh batang penisku.
"Teh enak di bagian itu, turun lagi teh di bagian bawah."
Kurahkan dia agar memijat di bagian bawah bulatan penisku. Tapi, malah teteh malah memijit bagian bola penisku. Ya sudah, aku menikmatinya.
"Enakk teh... pinterrr bangettt..."
Dia terus memijitnya dengan lembut. Makin lama pjitannya makin keras. Sepertinya dia merasa gemas. Lalu dia meremas batang penisku yang keras.
"Keras ya...lepas aja ya Mas,"pintanya.
Aku mempersilakan dia melepas cdku.
Teteh menutup mulutnya dengan tangan menahan jeritan kecil.
Penisku yang keras itu memanjang dan indah.
"Gede banget punya mas."
"Gedean mana sama punya suami?"tanyaku.
Teteh diam sambil mengelus-elus kepala penisku yang lebih besar dari batangnya. Kemudian diremas-remasnya seluruh penisku.
Ditegakkannya batang penisku dan memandanginya dari berbagai sisi.
"Ini mah bangkok punya,"pujinya lugu.
Aku senyum dan menyentuh tangannya. Penisku dikocoknya dengan pelan=pelan. Aku makin liar. Sentuhan tangan teteh nikmat sekali. Aku segera bangkit dari ranjang. Kupeluk dia dan kulumat bibirnya seketika.
Teteh kaget melihat aksiku, tapi menikmatinya. Sementara tangannya tetap memegangi erat penisku. Kuraba-raba payudaranya. Wow, terasa kenyal dan ukurannya besar. Seberapa besar nih?
KUlepas baju panjangnya. Kulempar ke tepi ranjang. Tampak BH besar bewarna putih berenda menampung beban berat. Sebagian payudaranya seakan keluar dari sarangnya. Kuraba-raba gundukan payudara putih berurat halus itu. Kenyal dan padat. Penisku yang adadi tangan teteh mengeras lagi.
Aku menciumi bh dan segala isinya. Putingnya belum kusentuh. Karena aku ingin menikmati sebagian payudaranya aja dulu.
Teteh Elli menggelinjang geli. Apalagi ketika aku menjilati lehernya yang jenjang. Tanganku merba-raba putingnya yang terbayang di balik bhnya.
"Mas suka tetek aku ya?"tanyanya dengan nafas tersengal-sengal.
Aku mengangguk kecil.
Kulepa bh itu dan kupandangi label bh miliknya. Ukuran 38C!!!
Wow, ini pertama kali aku mendapatkan wanita dengan buah dada sebesar ini.
"Teh...kok gede banget sih?"kataku sambil meras sepasang buah dada indah itu. Putinngnya yang coklat muda itu segar dan kulumat dengan bibirku. AKsi ini membuat teteh nyaris terlepas dari pelukanku. Dia merintih geli. Rambutku dijambaknya dan menekankan kepalaku agar semakin terbenam di dadanya yang padat itu. Dia seperti menyusui anak kecil yang haus kasih sayang.
Pantanya kuremas-remas sambil lalu. Kemudian kutariklepas rok panjang miliknya. Kupandangi vaginanya yang dibalut cd warna putih.
Teteh berbaring dalam posisi miring. Aku berada di sampingnya dengan posisi yang sama. Pantatnya besar sekali dan membentuk bulatan yang seksi.
Kuraba-raba pantatnya. Kujilati lehernya bagian belakang. Teteh menggelinjang geli dengan rintihan-rintihan lembut. Tanganku bekerja di bagian buah dadanya. Remasanku gemas dan keras. Sementara penisku yang keras itu kugesekkan di bongkahan pantatnya.
"Teteh suka gak?"
Dia memandangi wajahku. Senyumannya begitu penuh hawa nafsu. Pipinya bersemu merah. Sekilas dia menurunkan padangannya ke arah selangkanganku. Di sana ada batang penisku yang sedang di puncak kekerasannya.
"Ini buat Teteh,"kataku.
Teteh tersenyum manja. Dicengkeramnya batang penisku.
"Suami teteh kecil banget...Kok bisa gede gini sih mas?"
Bibir tetep kusumpal dengan penisku. Dia menyambutnya dengan buas. Permukaan kepa penisku dilumuri dengan air liurnya dan dikulumny seperti permen. Aku kini yang merintih nikmat. Kadang dia gigit-gigit kecil kepala penisku. Ini gila enaknya. Apalagi dia menjilat seluruh batang penisku dari pangkal hingga ujung. Perlakuan teteh luar biasa nikmat.
Aksi ini kurekam dengan handicam miniku. Kubiarkan ia berlama-lama bermain dengan penisku. Sambil begitu aku tetap asyik meremas-remas buah dadanya yang makin besar akibat rangsangan. Puting-putingnya kuremas-remas dengan jari-jariku. Baru setelahitu tanganku meraba-raba vaginanya yang dibungkus cd itu. Kuselipkan jariku di dalam cd dan kumainkan daging vagina miliknya. Teteh menjerit-jerit.
KUlepas cd putih itu. Tampak vagina teteh tanpa bulu berwarna daging merah.
Kulebarkan kakinya dan kujilati dengan penuh nafsu. Teteh meronta-ronta. Dia mengaku belum pernah diperlakukan seperti ini sama suaminya.
"MAsssss...ufffhhhh....sakkkittttt....ohghhhhh!!!!"
Aku makin liar. Kupandangi matanya yang terpejam menahan kenikmatan.
Lalu aku mengajak gaya 69. Kami berdua sibuk memanjakan alat kelamin secara bersamaan. Tentu saja teteh kewalahan. Beberapa kali ia melepas kuluman penisku karena gak kuat menahan jilatan pada vaginanya.
"Teteh sayang suka gak dijilatin?"tanyaku.
Dia mengangguk kecil.
"Sekarang teteh nungging."
Dia menuruti perintahku. Pantatnya yang super besar itu menantangku. BOngkahan vaginanya mengintip dari sela-sela pantatnya. Dari belakang, kujilati daging vagina itu. Teteh menoleh ke belakang, memandangi aksiku. Mulutnya tak putus-putus merintih.
"Ssssayyyannnggg...ougghhhhhhh...Kaaammmuuu naakkaalll bangggettt!!!"teriaknya meracau tak karuan.
Aku kerjain dia makin liar. Aku ingin bikin teteh terbang ke langit ke tujuh. Teteh meremes teteknya sendiri karena menahan rangsangan yang begitu dahsyat dariku.
Teteknya bergelayutan indah.
Akhirnya, penisku yang sudah maksimal itu dikulumnya lagi. Kali ini menjepitnya di sela-sela buah dadanya. Dia belum pernah gaya begitu. AKu tadi sempat mengajarinya.
Ternyata dia menikmati gaya ini. Ujung penisku yang terjepit dijilatinya dengan lidahnya.
Aku kewalahan.TApi aku tak ingin cepat keluar di sesi ini.
Kupeluk dia dalam posisi duduk. Kuciumi pipi, leher dan buah dadanya. Kubisikkan di telinganya, kalau aku ingin memmuaskan dirinya.
"Benar sayang? MAu muasin teteh kan?"
Iya sayang..."
"Makasih ya." Teteh mencium pipiku dengan mesra. Sekali lagi, dia menyusui aku lewat putingnya sebelah kiri. Bibirnya meracau apa aja. Berkali-kali ia memuji kemesraanku.
Sesi pertama, teteh tidur terlentang. KAkinya kulebarkan hingga vaginanya terbuka lebar.
IA memandangiku dengan tatapan bahagia. Ketika ujung penisku masuk ke vaginanya matanya mendelik tajam. Ia mulai mendesah lembut. Rambutnya yang panjang berantakan akibat kocokanku. Berkali-kali ia menoleh ke kanan ke kiri, menahan serangan nikmatku. Sementara kupandangi sepasang payudara yang tergeletak indah di dadanya. Kuremas dengan satu tangan.
Wow, aku baru sadar, tak ada cairan di vagina teteh. Begitu kering, pantesan terasa seret setiap penisku keluar masuk di liang senggamanya.
Teh Elli terus menjerit antara sakit dan nikmat. Kudekati wajahnya. Sambil berbisik kugoyang vaginanya yang nikmat.
"Ennnakkk sayyyang...heh...enakkkk gakkk??!!"
Teteh menjerit-jerit. Dia dekapnyqa tubuhku erat-erat.
Kemudian aku menyuruhnya untuk ganti gaya. Teteh menduduki penisku. Dimasukkannya ke dalam vaginanya. Aku tidur terlentang. Dia menekan pantatnya kuat-kuat berulang-ulang sampai amblas penisku ke dalam liangnya. Guncangan tubuh montok itu membuat payudaranya berayun-ayun. Kuraih keduanya dan kuremas-remas.
Teteh tampak puas bangettt. Sesekali ia menjambak sendiri rambutnya. Bibirnya digit berkali-kali.
"Ohhh..."Teteh melepas penisku.
"Gila kamu, kok belum keluar hebat juga mas sayanggg..."
Aku cuma senyum. Teteh kemudian kubaringkan miring. Pantatnya yang montok itu menambah gairahku. Lubang memeknya kutembak dari posisi menyamping. Kukocok pelan dan lama-lama makin cepat.
Teteh menjerit terus. Setengah jam sesi ini kujalani bersamanya.
DOggy style di sesi berikutnya.
Sebelum mulai, kujilati pantat dan vagina teteh yang seksi itu.
Meski usia 41 tahun, tubuhnya seksi banget. Pantat montok, payudara besar.
Blesss...batang penisku sudah amblas ke dalam luang vaginanya. Kusodok sekuat mungkin. Sampai ke dasarnya. Teteh menjerit keras.
Kuayun-ayun berulang-ulang penisku dengan gemas. Jujur, ini vagina kering banget. Dia merasa sakit tapi dia nikmati banget.
Setengah jam sesi ini kusudahi dengan puas. Teteh memuji berkali-kali. Total dua jam penetrasi kulakukan tanpa sperma keluar dari penis.
Teteh tersenyum puas.
"MAs...kamu hebat bangettt sih!"

Banyak wanita yang menyerahkan keperawanan dengan mudah

Banyak wanita yang menyerahkan keperawanan dengan mudah

sob, ente heran ga sih, kenapa anak pada zaman sekarang ini banyak yang begitu mudah menyerahkan keperawanannya? begitu mudahnya, bahkan lebih mudah dari menambal ban sepeda yang bocor.... kenapa????

penyebab perawan kehilangan keperawanannya sebenarnya ada beberapa sebab dasar kenapa banyak anak perempuan melakukan hubungan seks pranikah :

1. umur menikah semakin tua karena berbagai alasan. usia bekerja pun semakin tua. jaman dulu banyak gadis belias usia belasan tahun sudah menikah. seharusnya jika sudah punya pacar yang kerja langsung dinikahkan saja.

2. budaya kita sekarang sudah berubah akibat tayangan televisi yang kebablasan sehingga anak-anak sekarang melupakan budaya orangtua yang sangat tabu masalah seks. akibatnya s3x bagi kawula muda dianggap hal yang trendy dan gaya hidup keren.

3. agama yang lemah karena kurang didikan orangtua dan guru sehingga banyak yang atheis tidak takut akan dosa dan hukuman tuhan di akhirat.

4. hukum di indonesia kurang membuat takut pria hidung belang, wanita nakal dan orang biasa-biasa saja yang mau zinah. padahal zina itu dilarang agama dengan hukuman agama yang sangat berat. seks bebas sama saja dengan penyakit masyarakat dan senjata biologis pemusnah masal dari penyakit menulas seksual (pms). pemerintah terkesat tutup mata masalah ini.

5. sekolah banyak yang kurang peduli dengan hal ini terutama di kota-kota marak seks bebas. para siswa dibiarkan terlibat budaya yang berbahaya bagi masa depan mereka tanpa ada solusi yang tepat bagaimana menghentikannya.

6. banyak pria hidung belang dan germo/mucikari yang mencari mangsa baru dengan berbagai cara tanpa tanpa banyak ditindak oleh aparat kepolisian. hukuman bagi mereka pun sangat rendah walaupun telah merengut masa depan banyak perempuan.

7. perekonomian yang tidak berkembang signifikan dan merata sehingga banyak perempuan yang mencari jalan pintas untuk mendapat uang banyak dengan cara yang haram yaitu menjual diri menjadi pekerja seks komersial (psk) alias wanita tuna susila (wts). seharusnya abg-abg yang ingin bekerja diberi lapangan pekerjaan namun yang sudah dewasa pun banyak yang menganggur dan miskin. pemerintah, investor dan orang kreatif inovatif punya andil besar dalam memakmurkan suatu wilayah. banyak yang kepepet butuh uang akhirnya coba-coba jual diri.

memang ironis tetapi itulah yang terjadi. pilihlah wanita baik-baik sebagai isteri anda.

Artis Korea Dengan Payudara Seksi dan Besar

Artis Korea Dengan Payudara Seksi dan Besar – Siapa yang suka dengan wanita korea? terutama dengan artis nya yang memang sangat cantik dan seksi dan tahukan sobat siapa artis korea yang memiliki payudara besar dan seksi? menurut analisa beberapa sumber artis korea payudara seksi ini ada 9 yang nantinya akan saya berikan untuk sobat.
Penasaran dengan Artis Korea Dengan Payudara Seksi ? yuk kita lihat bersama siapa saja daftar artis korea dengan payudara besar dibawah ini yang bisa sobat pantengin.
1. Han Chae Young
Payudara Seksi dan Besar Han Chae Young
2. G.NA
Payudara Seksi dan Besar
3. Oh In Hye
Payudara Seksi dan Besar
4. Lee Chae Young
Payudara Seksi dan Besar Lee Chae Young
5. Kim Hye Su
Payudara Seksi dan Besar Kim Hye Su
6. Hyorin – Bora
Payudara Seksi dan Besar Hyorin – Bora
7. Jaekyung Rainbow
Artis Korea Dengan Payudara Seksi dan Besar
Nah itulah 9 Artis Korea Dengan Payudara Seksi dan Besar yang telah saya berikan untuk sobat sekalian, dan tunggu artikel menarik lainnya dari saya, sekian Payudara Seksi kali ini, semoga bisa menghibur sobat

Ngentot Cewek Perawan di WC

Ngentot Cewek Perawan di WC – Kembali lagi nih kali ini duadetik.com akan berikan untuk para sobats emua cerita dewasa, cerita seks terbaru, cerita panas perawan kali ini yang tentunya bisa langsung dilihat cerita khusus dewasa anak perawan kali ini dibawah ini yah
Ngentot Cewek Perawan di WC
Pada waktu itu aku masih duduk di SMP kelas II, pernah terjadi kejadian yang sangat mengasyikan dan lebih baik ini jangan ditiru. Pada waktu di SMP, aku termasuk anak yang cukup nakal dan sekolahku itu pun merupakan sekolah yang banyak menampung para anak-anak nakal, sehingga tanpa kusadari aku pun bisa dibilang lumayan lebih banyak nakalnya dari pada baiknya.
Saat itu ada seorang teman sekelasku yang bernama Ika. Ika memang cewek yang paling dekat dengan cowok dan terkenal paling bandel juga nakal. Tidak jarang teman-teman pun menyimpulkan bahwa dia cewek binal, karena dia berpenampilan agak seronok dibandingkan teman-temannya, yaitu dengan baju sekolah yang tidak dimasukkan ke dalam, melainkan hanya diikat antar ujung kain dan menggunakan rok yang sangat minim dan pendek, yaitu satu telapak tangan dari lutut. Ika seorang gadis yang cukup manis dengan ciri-ciri tinggi yang pada waktu itu sekitar 160 cm, berat badan 45 kg dengan kulit putih serta bentuk wajah yang oval. Ika memiliki rambut sebahu, hitam tebal, pokoknya oke punya tuh doi.
Setelah bel kelas berbunyi yang tandanya masuk belajar, semua murid-murid masuk ke kelas. Tetapi anehnya, empat anak yang terdiri dari 3 cowok dan 1 cewek itu masih mengobrol di luar kelas yang tempatnya tidak jauh dari WC, dan sepertinya terjadi kesepatan diantara mereka. Setelah pelajaran kedua selesai, teman-teman cowok yang bertiga itu meminta ijin keluar untuk ke WC kepada guruku yang mengajar di pelajaran ketiga, sehingga membuatku curiga.
Di dalam hatiku aku bertanya, “Apa yang akan mereka perbuat..?”
Tidak lama setelah teman-teman cowok meminta ijin ke WC tadi, malah Ika pun meminta ijin kepada guru yang kebetulan guru pelajaran Bahasa Indonesia yang lumayan boring. Rasa penasaranku makin bertambah dan teman-temanku juga ada yang bertanya-tanya mengenai apa yang akan mereka perbuat di WC. Karena aku tidak dapat menahan rasa penasaranku, akhirnya aku pun meminta ijin untuk ke WC dengan alasan yang pasti. Sebelum sampai di WC kulihat teman-teman cowok kelasku yang bertiga itu kelihatannya sedang menunggu seseorang. Tidak lama kemudian terlihat Ika menuju tempat teman-teman cowok tersebut dan mereka bersama-sama masuk ke kamar WC secara bersamaan.
Rasa penasaranku mulai bertambah, sehingga aku mendekati kamar WC yang mereka masuki. Terdengar suara keributan seperti perebutan makanan di ruangan tersebut. Akhirnya aku masuk ke kamar WC, secara perlahan-lahan kubuka pintu kamar WC yang bersampingan dengan kamar WC yang mereka masuki, sehingga percakapan dan perbuatan mereka dapat terdengar dengan jelas olehku.
“Hai Tun, Sep, siapa yang akan duluan..?” tanya Iwan kepada mereka.
Dijawab dengan serentak dari mulut Ika seorang cewek, dia menjawab dengan nada menantang, “Ayo.., siapa saja yang akan duluan. Aku sanggup kok kalaupun kalian langsung bertiga..!”
Aku bertanya-tanya, apa sih yang mereka perundingkan, sampai-sampai saling menunjuk dan menantang seperti itu. Tapi aku tetap terdiam membisu sambil memperhatikan kembali, apa yang akan terjadi.
Setelah itu, tidak lama kemudian Asep menjawab dengan nada ringan, “Yah udah, kalau begitu Kita bertiga bareng-bareng ajah. Biar rame..!” katanya.
Langsung disambut ucapan Asep tersebut oleh Ika, “Ayo cepetan..! Nanti keburu pulang sekolah.”
Dan akhirnya Utun pun berucap, “Ayo Kita mulai..!”
Setelah itu tidak terdengar suara percakapan mereka lagi, tetapi terdengar suara reslueting yang sepertinya dibuka dan juga suara orang membuka baju.
Tidak lama kemudian terdengar suara riang mereka bertiga dengan ucapan menanyakan pada Ika, “Hey Ka.., Siapa sih yang paling besar alat kelamin Kami bertiga ini..?”
Ika pun menjawab dengan nada malu-malu, “Kayanya sih Utun yang paling gede, hitam lagi.” dengan sedikit nada menyindir dan langsung dijawab oleh Utun, “Hey Ka..! Cepetan buka tuh baju Kamu, biar cepet asik si Joni, Kita nih enggak kuat lagi..!”
Setelah terdengar Ika membuka bajunya, tidak lama kemudian terdengar suara teman-teman cowok bertiga, Utun, Asep, Iwan dengan nada ganas, “Wauw.., benar-benar body Kamu Ka, kaya putri turun dari langit..!”
Tidak lama kemudian Asep bertanya pada Ika, “Ka.., kalau Aku boleh tidak meraba buah dadamu ini yang bagaikan mangkuk mie ini Ka..?”
Ika pun menjawab dengan nada enteng, “Yah sok aja, yang penting jangan dirusak ajah..!”
Utun pun sepertinya tidak mau kalah dengan Asep, dia pun bertanya, “Ka.., Aku bolehkan memasukkan alat kelaminku ke lubang gua rawamu ini kan Ka..?” sambil meraba-raba alat kelamin Ika.
Ika pun menjawab dengan nada mendesak, karena alat kelaminnya sepertinya sedang diraba-raba oleh Utun, “Aahh.. uhh.. boleh Tun.. asal jangan sangar yah tun..!”
Dan terakhir terdengar suara Iwan yang tak mau kalah juga, “Ka.., Aku boleh kan menciumimu mulai dari bibir hingga lehermu Ka.., boleh kan..?”
Ika menjawab dengan nada seperti kesakitan, “Awww.. Uuuhh.. iya-iya, boleh deh semuanya..!”
Suara-suara tersebut terdengar olehku di samping kamar WC yang mereka isi, yang kebanyakan suara-suara tersebut membuat saya risih mendengarnya, seperti, “Aaahh.. eehh.. aawww.. eh-eh.. oww-oowww.. sedap..!”
Dan tidak lama kemudian terdengar suara Ika, “Kalian jangan terlalu nafsu dong..!” kata Ika kepada teman-teman cowok tersebut, “Karena Aku kan sendirian.., sedangkan Kalian bertiga enggak sebanding dong..!”
Tetapi mereka bertiga tidak menjawab ucapan Ika tersebut, dan akhirnya terdengar suara jeritan kesakitan yang lumayan keras dari Ika, “Aaawww.., sakit..!”
Ika kemudian melanjutkan dengan ucapan, “Aduh Tun.., Kamu udah mendapatkan keperawanan Saya..!”
Dijawab dengan cepat oleh Utun, “Gimana Ka..? Hebatkan Saya.”
Setelah itu Utun pun mendesah seperti kesakitan, “Adu.. aduh.., kayanya alat kelaminku lecet deh dan akan mengeluarkan cairan penyubur.” kata-katanya ditujukan kepada teman-temannya.
Tidak lama kemudian Iwan bertanya kepada Ika, “Ka aku bosan cuma menyiumi Kamu aja Ka.., Aku kan kepingin juga kaya Utun..!”
Iwan pun langsung bertukar posisi, yang anehnya posisi Iwan tidak sama seperti yang dilakukan Utun, yaitu memasukkan alat kelaminnya ke lubang pembuangan (anus) dari belakang, sehingga Ika tidak lama kemudian menjerit kedua kalinya.
“Aaawww.. Iiihh.. perih tahu Wan..! Kamu sih salah jalur..!” rintih Ika menahan sakit.
Tetapi sepertinya Iwan tidak menghiraukan ucapan Ika, dan terus saja Iwan berusaha ingin seperti Utun, sampai alat kelaminnya mencapai klimaks dan mengeluarkan cairan penyejuk hati. Hanya berlangsung sebentar, Iwan pun menjerit kesakitan dan alat kelaminnya pun dikeluarkan dari lubang pembuangan dengan mengatakan, “Aaahh.., uuhh.., uuhh.., enaak Ka, makasih. Kamu hebat..!”
Asep yang setia hanya meraba-raba payudara Ika dan sekali-kali menggigit payudara Ika. Tetapi ternyata akhirnya Asep bosan dan ingin seperti kedua temannya yang mengeluarkan cairan penyubur tersebut sambil berkata, “Ka.., Aku juga mau kaya mereka dong, ayo Ka..! Kita mainkan..”
Ika menjawab dengan nada lemas, “Aduh Sep..! Kayanya Aku udah capek Sep, sorry yah Sep..!”
Akhirnya Asep kesal pada Ika dan langsung saja Asep menarik tangan Ika kepada alat kelaminnya dengan menyodorkan alat kelaminnya.
“Ka.., pokoknya Aku enggak mo tahu.., Aku pinggin kaya mereka berdua..!”
Ika menjawab dengan nada lemas, “Aduh Sep.., gimana yah, Aku benar benar lemas Sep..!”
Aku tetap terdiam di kamar WC tersebut.
Ada sekitar 45 menit berlanjut, dan aku pun berpikir apakah mungkin mereka berbuat oral seks karena masih duduk di SMP. Hal ini mendorong rasa penasaran tersebut untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi. Akhirnya aku dapat melihat mereka dari atas, karena kamar WC di sekolahku pada waktu itu tembok pembaginya tidak tertutup sampai dengan atas langit, sehingga aku dapat melihat mereka berempat. Karena kesal akibat Asep tidak dipenuhi permintaannya, akhirnya Asep menarik kepala Ika ke depan alat kelaminnya yang sudah menegang tersebut.
Asep berkata dengan nada mengancam kepada Ika, “Ayo Ka..! Kalo gitu kelomohi alat kelaminku hingga Aku merasakan enaknya seperti mereka..!”
Setelah berusaha memanjat untuk melihat adgean secara langsung, aku dapat melihat dengan jelas. Ika seorang cewek langsung saja mengerjakan apa yang disuruh oleh Asep, sedangkan temannya yang berdua lagi, Utun dan Iwan duduk di lantai, tergeletak menahan rasa enak bercampur sakit yang mereka rasakan tersebut.
Tidak berlangsung lama, Asep berkata kepada Ika, “Ka.., Ka.., Ka.., ahh.. aah.. awas Ka..! Aku akan mengirimkan cairan penyuburku yang hebat ini..!”
Kulihat Ika langsung menyopotkan alat kelamin Asep dari mulutnya, dan terlihat raut wajah Ika yang sayu dan sendu bercampur gembira karena dapat uang dan sedih karena keperawanannya sudah hilang oleh mereka bertiga. Dasar Asep sedang kesal, Asep menyemprotkan cairan penyuburnya kepada Ika dan kedua temannya dengan mendesis kesakitan terlebih dahulu.
“Aaahh.., uuhh.., Awas cairan penyuburku ini diterima yah..!” kata Asep sambil tangannya tetap mengocokkan penisnya.
Kulihat Asep menyempotkan cairan penyubur itu dari alat kelaminnya secara kasar.
Setelah ada 15 menit sehabis Asep mengeluarkan cairan penyuburnya, kulihat mereka langsung berpakaian kembali setelah mereka menyopotkan baju-baju mereka sampai tidak tersisa sehelai kain pun. Sebelum mereka keluar, aku langsung cepat keluar dari kamar mandi tersebut secara perlahan-lahan agar tidak terdengar oleh mereka. Kemudian aku menuju ke kelas yang telah memulai pelajarannya dari tadi. Hanya berselang beberapa menit, mereka masuk ke kelas seorang-seorang agar tidak ketahuan oleh guru kami.
Hari itu tidak terasa lama sampai bel keluar sekolah berbunyi. Kulihat mereka bertiga teman cowokku, Asep, Iwan, Utun sedikit lelah, seperti kehabisan nafas dan anehnya mereka berjalan seperti kehabisan tenaga.
Karena aku suka iseng ke temen, aku langsung bertanya kepada mereka bertiga, “Hey Kalian kayanya pada lemes banget. Habis ngebuat su.., sumur yah..?”
Langsung dijawab dengan enteng oleh perwakilan mereka bertiga, yaitu Asep, “Iya Bie, enak tahu kalo ngegali sumur tersebut dengan rame-rame..!”
“Ohh gitu yah..?” jawabku dengan tersenyum karena tahu apa yang mereka perbuat tadi.
Tidak jauh dari tempatku berdiri, kulihat Ika berjalan sendirian dengan memegang tas kantongnya yang sehari-hari tasnya selalu di atas pundaknya. Sekarang hanya dibawa dengan cara dijingjing olehnya.
Langsung saja aku memanggilnya, “Ka.., Ika.. Ka.. tunggu..!”
Ika menjawab dengan nada lemas, “Ada apa Bie..?”
Karena aku juga ingin iseng padanya, kulangsung bertanya, “Ka.., kayanya Kamu kecapean. Habis tertembak peluru nyasar yang menghajarmu, ya Ka..?”
Ika pun menjawab dengan nada kesal, mungkin bahkan tersindir, “Yah.. Bie.., bukan peluru nyasar, tapi burung gagak yang nyasar menyerang sarang tawon dan goa Hiro, tahu..!”
Mendengar nadanya yang tersinggung, aku langsung meminta maaf kepada Ika.
“Ka.., maaf. Kok gitu aja dianggap serius, maaf yah Ka..?” kataku menenangkannya sambil tersenyum bersahabat.
Karena aku penasaran, aku langsung menyerempet-menyerempet agar terpepet.
“Ka.., boleh enggak Ka, Aku coba masuk ke goa Hiro tersebut..? Kayanya sih asik.. bisa terbang kaya burung..!” pintaku sambil tertawa pelan.
Karena Ika sudah kesal dan lelah, Ika menjawab, “Apa sih Kamu Bie..? Kamu mau goa Saya, nanti dong antri.., masih banyak burung yang mau masuk ke goaku, tahu..!”
Dan akhirnya aku tertawa dengan rasa senang.

Ini merupakan pengalaman hidup saya yang dijamin asli.

Memek Tante Linda Basa Pengen Di Ngentot Sampe Puas

Cerita Sex - Memek Tante Linda Basa Pengen Ngentot | Kumpulan Cerita Dewasa,Namaku Ade, umurku waktu itu sekitar 19 tahun, aku kini kuliah di OSU, Amerika. Kebetulan aku kost di salah satu kenalan Oom aku di sana yang bernama Tante Linda. Wuih, dia itu orangnya baik benar kepadaku.
Kebetulan dia seorang istri simpanan bule yang kaya raya tapi sudah tua. Jadilah aku kost di rumahnya yang memang agak sepi, maklumlah di sana jarang memakai pembantu sih. Tante Linda ini orangnya menurutku sih seksi sekali. Buah dadanya besar bulat seperti semangka dengan ukuran 36C. Sedangkan tingginya sekitar 175 cm dengan kaki langsing seperti peragawati. Sedangkan perutnya rata soalnya dia belum punya anak, yah maklumlah suaminya sudah tua, jadi mungkin sudah loyo. Umurnya sekitar 33 tahun tapi kulitnya masih mulus dan putih bersih. Hal ini yang membuatku betah berlama-lama di rumah kalau lagi nggak ada urusan penting, aku malas keluar rumah. Lagian aku juga bingung mau keluar rumah tapi nggak tahu jalan.

Dan sehari -harinya aku cuma mengobrol dengan Tante Linda yang seksi ini. Ternyata dia itu orangnnya supel benar nggak canggung cerita-cerita denganku yang jauh lebih muda. Dari cerita Tante Linda bisa aku tebak dia itu orangnya kesepian banget soalnya suaminya jarang pulang, maklum orang sibuk. Makanya aku berupaya menjadi teman dekatnya untuk sementara suaminya lagi pergi. Hari demi hari keinginanku untuk bisa mendapatkan Tante Linda semakin kuat saja, lagi pula si Tante juga memberi lampu hijau kepadaku. Terbukti dia sering memancingmancing gairahku dengan tubuhnya yang seksi itu. Kadang-kadang kupergok Tante Linda lagi pas sudah mandi, dia hanya memakai lilitan handuk saja, wah melihat yang begitu jantungku deg - degan rasanya, kepingin segera membuka handuknya dan melahap habis tubuh seksinya itu. Kadang- kadang juga dia sering memanggilku ke kamarnya untuk mengancingkan bajunya dari belakang. Malah waktu itu aku sempat mengintip dia lagi mandi sambil masturbasi. Wah pokoknya dia tahu benar cara mancing gairahku.

Sampai pada hari itu tepatnya hari Jumat malam, waktu itu turun hujan gerimis, jadi aku malas keluar rumah, aku di kamar lagi main internet, melihat gambar-gambar porno dari situs internet, terus tanpa sadar kukeluarkan kemaluanku yang sudah tegang sambil melihat gambar perempuan bugil. Kemudian kuelus-elus batang kemaluanku sampai tegang sekali sekitar 15 cm, habis aku sudah terangsang banget sih. Tanpa kusadari tahu-tahu Tante Linda masuk menyelonong saja tanpa mengetuk pintu, saking kagetnya aku nggak sempat menutup batang kemaluanku yang sedang tegang itu. Tante Linda sempat terbelalak melihat batang kemaluanku yang sedang tegang, langsung saja dia bertanya sambil tersenyum manis.

�Hayyoo lagi ngapain kamu De?�

�Aah, nggak Tante lagi main komputer�, jawabku sekenanya.

Tapi Tante Linda sepertinya sadar kalau aku saat itu sedang mengelus-elus batang kemaluanku.

�Ada apa sih Tante?� tanyaku.

�Aah nggak, Tante cuma pengen ajak kamu temenin Tante nonton di ruang depan.�

�Ohh ya sudah, nanti saya nyusul yah Tan�, jawabku.

�Tapi jangan lama-lama yah�, kata Tante Linda lagi.
Setelah itu aku berupaya meredam ketegangan batang kemaluanku, lalu aku beranjak keluar kamar tidur dan menemani Tante Linda nonton film semi porno yang banyak mengumbar adegan-adegan syuuurr.


Melihat film itu langsung saja aku jadi salah tingkah, soalnya batang kemaluanku langsung saja bangkit lagi nggak karuan. Malah malam itu Tante Linda memakai baju yang seksi sekali, dia memakai baju yang ketat dan gilanya dia nggak pakai bra, soalnya aku bisa lihat puting susunya yang agak muncung ke depan. Karuan saja, gairahku memuncak melihat pemandangan seperti itu, tapi yah apa boleh buat aku nggak bisa apa-apa. Sedangkan batang kemaluanku semakin tegang saja sehingga aku mencoba bergerak-gerak sedikit guna membetulkan letaknya yang miring. Melihat gerakan-gerakan itu Tante Linda langsung menyadari sambil tersenyum ke arahku.


�Lagi ngapain sih kamu De?�
�Ah nggak Tante..�
Sementara itu Tante Linda mendekatiku sehingga jarak kami semakin dekat dalam sofa panjang itu.
�Kamu terangsang yah De, lihat film ini?�
�Ah nggak Tante biasa aja�, jawabku mencoba mengendalikan diri. Bisa kulihat payudaranya yang besar menantang di sisiku, ingin rasanya kuhisap -hisap sambil kugigit putingnya yang keras. Tapi rupanya hal ini tidak dirasakan olehku saja, Tante Linda pun rupanya juga sudah agak terangsang sehingga dia mencoba mengambil serangan terlebih dahulu.


�Menurut kamu Tante seksi nggak De?� tanyanya.
�Wah seksi sekali Tante�, kataku.
�Seksi mana sama yang di film itu?� tanyanya lagi sambil membusungkan buah dadanya sehingga terlihat semakin membesar.
�Wah seksi Tante dong, abis Tante bodynya bagus sih.� kataku.
�Ah masa sih?� tanyanya.
�Iya bener Tante, sumpah�� kataku.


Jarak duduk kita semakin rapat karena Tante Linda terus mendekatkan dirinya padaku, lalu dia bertanya lagi kepadaku,
�Kamu mau nggak kalo diajak begituan sama Tante?�
�Mmaaauu Tante�� Ah seperti dapat durian runtuh kesempatan ini tidak aku sia-siakan, langsung saja aku memberanikan diri untuk mencoba mendekatkan diri pada Tante Linda.
�Wahhhh barang kamu gede juga ya De�� katanya.
�Ah Tante bisa aja deh� Tante kok kelihatannya makin lama makin seksi aja sih.. sampe saya gemes deh ngeliatnya�� kataku.
�Ah nakal kamu yah De�, jawab Tante Linda sambil meletakkan tangannya di atas kemaluanku, lalu aku mencoba untuk tenang sambil memegang tangannya.
�Waah jangan dipegangin terus Tante, nanti bisa tambah gede loh�, kataku.
�Ah yang bener nih?� tanyanya.
�Iya Tante.. ehhh, eehhh saya boleh pegang itu Tante nggak?� kataku.
�Pegang apa?� tanyanya.
�Pegang itu tuh..� kataku sambil menunujukkan ke arah buah dada Tante yang besar itu.
�Ah boleh aja kalo kamu mau.�


Wah kesempatan besar nih, tapi aku agak sedikit takut pegang buah dadanya, takut dia marah tapi tangan si Tante sekarang malah sudah mengelus-elus kemaluanku sehingga aku memberanikan diri untuk mengelus buah dadanya.
�Ahhh.. arghhh enak De.. kamu nakal yah�, kata Tante sembari tersenyum manis ke arahku, spontan saja kulepas tanganku.
�Loh kok dilepas sih De?�
�Ah, takut Tante marah�, kataku.
�Ooohh nggak sayang� kemari deh.�
Tanganku digenggam Tante Linda, kemudian diletakkan kembali di buah dadanya sehingga aku pun semakin berani meremas -remas buah dadanya. �Aaarrhh� sshh�, rintihan Tante semakin membuatku penasaran, lalu aku pun mencoba mencium Tante Linda, sungguh diluar dugaanku, Tante Linda menyambut ciumanku dengan beringas, kami pun lalu berciuman dengan mesra sekali sambil tanganku bergerilya di buah dadanya yang sekal sekali itu. �Ahhh kamu memang hebat De.. terusin sayang.. malam ini kamu mesti memberikan kepuasan sama Tante yah.. ahhh.. arhhh.�
�Tante, saya boleh buka baju Tante nggak?� tanyaku.
�Oohhhh silakan sayang�, lalu dengan cepat kubuka bajunya sehingga buah dadanya yang besar dengan puting yang kecoklatan sudah berada di depan mataku, langsung saja aku menjilat-jilat buah dadanya yang memang aku kagumi itu. �Aahhh� arghhh�� lagi-lagi Tante mengerangerang keenakan. �Teruss.. terusss sayang� ahhh enak sekali�� lama aku menjilati buah dada Tante Linda, hal ini berlangsung sekitar 10 menitan sehingga tanpa kusadari batang kemaluanku juga sudah mulai mengeluarkan cairan bening pelumas di atas kepalanya.


Lalu sekilas kulihat tangan Tante Linda sedang mengelus-elus bagian klitorisnya sehingga tanganku pun kuarahkan ke arah bagian celananya untuk kupelororti. �Aahhh buka saja sayang� jangan malu-malu� ahhhh�� nafas Tante Linda terengah -engah menahan nafsu, seperti kesetanan aku langsung membuka celananya dan kuciumi CD-nya. Waah, dia lagsung saja menggelinjang keenakan, lalu kupelorotkan celana dalamnya sehingga sekarang Tante Linda sudah bugil total. Kulihat liang kemaluannya yang penuh dengan bulu yang ditata rapi sehingga kelihatan seperti lembah yang penuh dengan rambut. Lalu dengan pelan -pelan kumasukan jari tengahku untuk menerobos lubang kemaluannya yang sudah basah itu. �Aahrrrh� sshh� enak De.. enak sekali�, jeritnya. Lalu kudekatkan mukaku ke liang kemaluannya untuk menjilati bibir kemaluannya yang licin mengkilap itu, lalu dengan nafsu kujilati liang kemaluan Tante dengan lidahku turun naik sepeti mengecat saja. Tante Linda semakin kelabakan, dia menggoyangkan kepalanya ke kanan dan ke kiri sambil memeras buah dadanya sendiri. �Aahhh� sshhh come on baby.. give me more, give me more� ohhhh�, dengan semakin cepat kujilati klitorisnya dan dengan jari tanganku kucoblos lubang kemaluannya yang semakin lama semakin basah.


Beberapa saat kemudian tubuhnya bergerak dengan liar sepertinya dia mau orgasme. Lalu kupercepat tusukan-tusukan jariku sehingga dia merasa keenakan sekali lalu seketika dia menjerit, �Oohh aaahh� Tante sudah keluar sayang� ahhh�, sambil menjerit kecil pantatnya digoyang-goyangkan untuk mencari lidahku yang masih terus menjilati bagian bibir kemaluannya sehingga cairan orgasmenya kujilati sampai habis. Kemudian tubuhnya tenang seperti lemas sekali, lalu dia menarik tubuhku ke atas sofa. �Wah ternyata kamu memang hebat sekali, Tante sudah lama tidak sepuas ini loh�� sambil mencium bibirku sehingga cairan liang kemaluannya berlepotan ke bibir Tante Linda. Sementara itu batang kemaluanku yang masih tegang di eluselus oleh Tante Linda dan aku pun masih memilin-milin puting Tante yang sudah semakin keras itu. �Aahh..� desahnya sambil terus mencumbu bibirku. �Sekarang giliran Tante sayang� Tante akan buat kamu merasakan nikmatnya tubuh Tante ini.


Tangan Tante Linda segera menggerayangi batang kemaluanku lalu digenggamnya batang kemaluanku dengan erat sehingga agak terasa sakit, tapi kudiamkan saja habis enak juga diremas-remas oleh tangan Tante Linda. Lalu aku juga nggak mau kalah, tanganku juga terus meremas-remas payudaranya yang indah itu. Terus terang aku paling suka dengan buah dada Tante Linda karena bentuknya yang indah sekali, juga besar berisi alias montok. �Aahhh� shhh,�, rupanya Tante Linda mulai terangsang kembali ketika tanganku mulai meremas-remas buah dadanya dengan sesekali kujilati dengan lidah pentilnya yang sudah tegang itu, seakanakan seperti orang kelaparan kuemut-emut terus puting susunya sehingga Tante Linda menjadi semakin blingsatan.
�Ahh kamu suka sekali sama dada Tante yah De?�
�Iya Tante, abis tetek Tante bentuknya sangat merangsang sih, terus besar tapi masih tetep kencang��
�Aahhh kamu emang pandai muji orang De..�


Sementara itu tangannya masih terus membelai batang kemaluanku yang kepalanya sudah berwarna kemerahan tetapi tidak dikocok hanya dielus-elus. Lalu Tante Linda mulai menciumi dadaku terus turun ke arah selangkanganku sehingga aku pun mulai merasakan kenikmatan yang luar biasa sampai pada akhirnya Tante Linda jongkok di bawah sofa dengan kepala mendekati batang kemaluanku. �Wahh batang kemaluanmu besar sekali De� nggak disangka kamu nggak kalah besarnya sama punya orang bule�, Tante Linda memuji-muji batang kemaluanku.


Sedetik kemudian dia mulai mengecup kepala batang kemaluanku yang mengeluarkan cairan bening pelumas dan merata tersebut ke seluruh kepala batang kemaluanku dengan lidahnya. Uaah, tak kuasa aku menahan erangan merasakan nikmatnya service yang diberikan Tante Linda malam itu. Lalu dia mulai membuka mulutnya lalu memasukkan batang kemaluanku ke dalam mulutnya sambil menghisap-hisap dan menjilati seluruh bagian batang kemaluanku sehingga basah oleh ludahnya. Aku pun nggak mau kalah, sambil mengelus-elus rambutnya sesekali kuremas dengan kencang buah dadanya yang montok sehingga Tante Linda bergelinjang menahan kenikmatan. Selang beberapa menit setelah Tante melakukan hisapannya, aku mulai merasakan desiran -desiran kenikmatan menjalar di seluruh batang kemaluanku lalu kuangkat Tante Linda kemudian kudorong perlahan sehingga dia telentang di atas karpet. Dengan penuh nafsu kuangkat kakinya sehingga dia mengangkang tepat di depanku.
�Ahh De ayolah masukin batang kemaluan kamu ke Tante yah.. Tante udah nggak sabar mau ngerasain memek Tante disodok-sodok sama batangan kamu yang besar itu.�
�Iiiya Tante�, kataku.


Lalu aku mulai membimbing batang kemaluanku ke arah lubang kemaluan Tante Linda tapi aku nggak langsung memasukkannya tapi aku gesek-gesekan ke bibir kemaluan Tante Linda sehingga Tante Linda lagi-lagi menjerit keenakan, �Aahhh.. yes.. yes.. oh good.. ayolah sayang jangan tanggung-tanggung masukinnya�� lalu aku mendorong masuk batang kemaluanku. Uh, agak sempit rupanya lubang kemaluan Tante Linda ini sehingga agak susah memasukkan batang kemaluanku yang sudah besar sekali itu. �Aahh.. shhh.. aoh.. oohhh pelan-pelan sayang.. terusterus� ahhh�, aku mulai mendorong kepala batang kemaluanku ke dalam lubang kemaluan Tante Linda sehingga Tante Linda merasakan kenikmatan yang luar biasa ketika batang kemaluanku sudah masuk semuanya.


Kemudian batang kemaluanku mulai kupompakan dengan perlahan tapi dengan gerakan memutar sehingga pantat Tante Linda juga ikut-ikutan bergoyang-goyang. �Aahhh argghhh.. rasanya nikmat sekali karena goyangan pantat Tante Linda menjadikan batang kemaluanku seperti dipilin-pilin oleh dinding liang kemaluannya yang seret itu dan rasanya seperti empotan ayam. �Uuaahhh..� sementara itu aku terus menjilati puting susu Tante Linda dan menjilati lehernya yang dibasahi keringatnya. Sementara itu tangan Tante Linda mendekap pantatku keras-keras sehingga kocokan yang kuberikan semakin cepat lagi. �Ooohh shhh sayang� enak sekali ooohhh yess� ooohh good� ooh yes�� mendenganr rintihannya aku semakin bernafsu untuk segera menyelesaikan permainan ini, �Aahh� cepat sayang Tante mau keluar ahh�, tubuh Tante Linda kembali bergerak liar sehingga pantatnya ikut-ikutan naik rupayanya dia kembali orgasme, bisa kurasakan cairan hangat menyiram kepala batang kemaluanku yang lagi merojokrojok lubang kemaluan Tante Linda. �Aahh� shhsss.. yess�, lalu tubuhnya kembali agak tenang menikmati sisa-sisa orgasmenya.


�Wahh kamu memang bener-bener hebat De� Tante sampe keok dua kali sedangkan kamu masih tegar.�
�Iiya Tante� bentar lagi juga Ade keluar nih�� sambil terus aku menyodok-sodok lubang kemaluan Tante Linda yang sempit dan berdenyut-denyut itu.
�Ahh enak sekali Tante.. ahhh��
�Terusin sayang.. terus� ahhh.. shhh�, erangan Tante Linda membuatku semakin kuat merojok - rojok batang kemaluanku ke dalam liang kenikmatannya.
�Aauwh pelan-pelan sayang ahhh.. yes.. ahh good.�
�Aduh Tante, bentar lagi keluar nih�� kataku.
�Aahh Ade sayang� keluarin di dalam aja yah sayang.. ahhh.. Tante mau ngerasin.. ahhh� shhh mau rasain siraman hangat peju kamu sayang��
�Iiiyyaa� Tante..� lalu aku mengangkat kaki kanan Tante sehingga posisi liang kemaluannya
lebih menjepit batang kemaluanku yang sedang keluar masuk lobang kemaluannya.
�Aahhh� ohhh ahhh.. ssshhh.. Tante Ade mau keluar nih.. ahhh�, lalu aku memeluk Tante Linda sambil meremas-meremas buah dadanya. Sementara itu, Tante Linda memelukku kuat-kuat sambil mengoyang-goyangkan pantatnya. �Ah Tante juga mau keluar lagi ahhh� shhh�� lalu dengan sekuat tenaga kurojok liang kemaluannya sehingga kumpulan air maniku yang sudah tertahan menyembur dengan dahsyat. �Seeerr.. serr� crot.. crot�� �Aahhh enak sekali Tante� ahhh harder.. harder� ahhh Tante�� Selama dua menitan aku masih menggumuli tubuh Tante Linda untuk menuntaskan semprotan maniku itu. Lalu Tante Linda membelai-belai rambutku. �Ah kamu ternyata seorang jagoan De�� Setelah itu ia mencabut batang kemaluanku yang masih agak tegang dari lubang kemaluannya kemudian dimasukkan ke dalam mulutnya untuk dijilati oleh lidahnya. Ah, ngilu rasanya batang kemaluanku dihisap Tante Linda.Cerita Dewasa Terlengkap

Itilah Cerita Sex - Memek Tante Linda Basa Pengen Ngentot

PAYUDARA MONTOK TANTE SEKSI BIKIN NGACENG

foto gambar tante seksi toket gede


foto gambar tante seksi toket gede

foto gambar tante seksi toket gede

Gimana guys gambar foto tante seksi toge diatas yang miss seksi hot bisa posting malam ini? Menggairahkan donk pastinya walau si tante seksi tidak bugil.Hello guys, miss seksi maw update foto tante seksi toket gede yang pasti bikin km-km jadi kebakar dee. Bisa kalian bayangin gimana kalau kalian berada di dekat si tante seksi toge ini, hmm pasti salah tingkah tuuhh. Daripada Miss Seksi kelamaan berkicau, mending langsung aja deh yaa cekidot penampakan Toge Montok Tante Seksi Bikin Ngaceng dibawah ini. Kali ini NO NUDE yaa guys.